Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Beberapa hari belakangan, cuaca di sebagian besar wilayah DIY cerah. Hari ini pun, Rabu (26/8/2020), diprediksi cuaca akan tetap sama.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jogja memprediksi cuaca hari ini cerah berawan. Hal itu dibagikan melalui akun Instagram @staklim_jogja.
"Update Citra Radar Cuaca DIY 26 Agustus 2020 Pukul 04.50 WIB," tulis @staklim_jogja.
Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya bahwa pada Agustus awal, wilayah DIY mengalami suhu udara yang rendah sehingga banyak orang yang mengeluhkan dingin yang luar biasa.
Berdasarkan hasil pantauan BMKG Stasiun Klimatologi DIY dalam 2-3 hari ini, Minggu (9/8/2020), suhu minimum di wilayah DIY pada malam hingga pagi hari mencapai 20-22 Celcius. Sedangkan, siang hari suhu maksimum mencapai hanya berkisar 29-31 Celcius.
Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi DIY Etik Setyaningrum mengatakan jika suhu dingin dan kering yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat saat ini merupakan dampak dari intrusi atau bertiupnya angin yang berasal dari Australia (monsoon dingin Australia).
"Di mana saat ini di benua Australia sedang memasuki musim dingin. Intrusi angin dingin [monsoon dingin australia] yang berasal dari Australia ini berdampak pada temperatur yang terasa dingin terutama di wilayah bagian selatan Indonesia termasuk Jogja," ujar Etik, Minggu (9/8/2020).
Intrusi angin dingin Australia ini disamping sifatnya dingin juga bersifat kering karena kandungan uap air sangat rendah. Sehingga, pertumbuhan awan saat ini juga sangat kecil terjadi.
"Dengan kurangnya tutupan atau pembentukan awan, berdampak pula pada radiasi balik bumi ke atmosfer dengan cepat keluar dari bumi, akibatnya temperatur di bumi menjadi cepat dingin," sambung Etik.
Temperatur dingin ini, lanjut Etik, mengindikasikan wilayah di DIY pada umumnya masuk dalam puncak puncak musim kemarau. Temperatur dingin dan kering ini masih berpotensi muncul hingga puncak musim kemarau berlangsung.
"Sebagai informasi wilayah DIY periode puncak musim kemarau diprediksikan akan terjadi di bulan Agustus," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Instagram
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.