Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Turun ke Posisi 20
Klasemen medali Asian Games 2026 Selasa 22 September pukul 15.00 WIB. Indonesia turun ke posisi 20 setelah Cok Istri menambah perunggu.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Adanya pengunduran batas waktu pelaporan data siswa yang akan menerima kuota internet hingga 11 September, membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul sedikit tenang.
Sebab, ancaman data siswa yang akan menerima kuota internet tidak terinput di aplikasi dapodik mampu teratasi.
“Kemarin, ada surat susulan dan revisi untuk batas akhir tanggal pelaporan. Jika sebelumnya 31 Agustus, dalam surat terbaru sampai 11 September,” kata Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko, Senin (31/8/2020).
BACA JUGA : Pemberian Bantuan Kuota Internet bagi Siswa di Bantul
Dengan adanya pemunduran batas waktu pelaporan tersebut, lanjut dia, membuat proses validasi nomor handphone penerima bantuan kuota internet bisa dimaksimalkan. Sebab, tidak semua siswa memiliki handphone sendiri.
“Untuk yang tingkat SMP, sejauh ini 80 persen sudah dilaporkan. Sekarang tinggal untuk yang kelas atas tingkat SD, sebab, banyak yang menggunakan handphone orang tua ataupun walinya,” papar Isdarmoko.
Lebih lanjut Isdarmoko mengungkapkan, kendala yang dihadapi jawatannya untuk data siswa penerima kuota internet ini sangat berbeda daripada dengan data guru penerima bantuan kuota. Di mana saat ini, jawatannya telah memiliki data yakni ada sebanyak 15.000 guru yang nantinya akan menerima bantuan kuota.
“Kalau untuk guru penerima sekitar 15.000 an. Data ini tidak ada kendala,” kata Isdarmoko.
Disinggung mengenai bantuan kucuran dana Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Isdarmoko mengaku sejauh ini belum bisa mengungkapkan jumlah penerimanya.
BACA JUGA : Pemda DIY Akan Bantu Siswa SMA/SMK Beli Kuota Internet
Sebab, pengucuran bantuan senilai Rp450.000 untuk tingkat SD, SLTP Rp750.000, dan SLTA sebesar Rp1 juta per orang itu tidak melibatkan jawatannya.
“Itu langsung dari sekolah yang mengajukan. Untuk tahun 2020, ada 30.358 siswa SD dan 11.980 siswa SMP yang diajukan langsung lewat operator sekolah masing,” ungkapnya.
Sementara berdasarkan laman pip.kemendikbud.go.id, disebutkan jika ada kuota Rp38,2 miliar bantuan PIP yang disalurkan untuk 74.274 pelajar di Bantul.
Dari jumlah tersebut, Rp16,82 miliar dibagikan kepada 41.501 siswa SD, Rp10,14 miliar untuk 17.376 siswa SMP, Rp3,6 miliar untuk 4.624 siswa SMA, Rp7,58 miliar untuk 10.773 siswa SMK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klasemen medali Asian Games 2026 Selasa 22 September pukul 15.00 WIB. Indonesia turun ke posisi 20 setelah Cok Istri menambah perunggu.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Kebakaran lahan terjadi di Puncak Setampol Torean Gunung Rinjani. Tim TNGR bergerak memadamkan api dan menilai luas area terdampak.