Pemda DIY Akan Bantu Siswa SMA/SMK Beli Kuota Internet

Ilustrasi belajar. - Pixabay
20 Agustus 2020 19:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan membantu memenuhi kebutuhan kuota internet siswa SMA dan SMK untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19.

“Masih kami hitung, tetapi kira-kira satu siswa nanti bisa mendapatkan 8 sampai 10 gigabyte [GB] per bulan,” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya saat dihubungi di Jogja, Kamis (20/8/2020).

BACA JUGA: Perempatan Wirosaban Jogja Macet Gara-Gara Pria Ketiduran di Jalan

Kuota internet, menurut Didik, menjadi salah satu kebutuhan pokok siswa untuk bisa mengikuti pembelajaran di masa pandemi.

Menurut Didik, program bantuan kuota internet itu bakal dialokasikan dari dana belanja tak terduga (BTT) APBD DIY. Ia mengatakan besaran anggaran masih dibahas dengan memetakan penyedia layanan internet yang digunakan oleh para siswa. "Karena kami tidak bisa menyeragamkan providernya," kata dia.

Meski masing-masing sekolah sebelumnya telah memberikan bantuan kuota internet untuk siswa dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Didik berharap bantuan yang akan dikucurkan dari APBD itu bisa menekan pemanfaatan dana BOS untuk keperluan internet.

BACA JUGA: Bertarung di Pilkada Bantul, Ini Kekayaan Suharsono & Abdul Halim Muslih

"Jadi bantuan dari APBD sifatnya untuk mendampingi dana BOS. Kalau kebutuhan internet diambilkan terus dari BOS kan lama-lama akan ada biaya operasional lain yang harus terkurangi," kata dia.

Ia berharap bantuan itu bisa segera terealisasikan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh yang diasumsikan masih berlangsung sampai Desember 2020. "Belum tahu bulan kapan bisa direalisasikan, yang jelas Agustus ini sedang kami siapkan," kata dia.

BACA JUGA: BOB Gelar Lomba Desain Logo Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Menurut Didik, bantuan kuota internet itu juga akan menyasar siswa berkebutuhan khusus yang selama ini mengikuti pembejalaran secara daring.

Meski tidak dapat memastikan kapan status tanggap darurat di DIY bakal dicabut, Didik menegaskan pembukaan kembali kegiatan pembelajaran tatap muka tetap perlu diputuskan dengan kehati-hatian disertai kajian yang matang. Didik menyebutkan bahwa prosedur standar operasi (SOP) untuk pelaksanaan praktikum tatap muka telah disiapkan khususnya bagi siswa SMK di DIY.

Meski demikian, praktikum bagi siswa SMK harus melalui simulasi di beberapa sekolah terlebih dahulu yang pelaksanaannya menunggu hasil evaluasi perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi pada September 2020. "Yang jelas untuk tatap muka akan kita mulai dari yang paling dewasa dulu," kata Didik.

Sumber : Antara