Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Kasus penyebaran Covid di Tanah Air tak kunjung bisa dikendalikan. Bahkan ancaman penyebaran dari klaster keluarga semakin meningkat. Munculnya klaster ini menunjukan bahwa Covid-19 telah masuk ke satuan unit terkecil dalam masyarakat.
Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama, S.Ked., MPH., mengatakan klaster keluarga terjadi saat ada anggota keluarga terinfeksi Covid-19 dari luar rumah dan menularkan ke anggota keluarga lainnya. Peningkatan klaster keluarga salah satunya disebabkan tidak adanya pembatasan mobilitas penduduk. Selain itu orang-orang banyak melakukan mobilitas baik di dalam atau ke luar daerah sehingga meningkatkan risiko orang untuk terpapar Covid-19.
"Jumlah OTG [orang tanpa gejala] juga semakin banyak dan tidak diketahui jumlahnya. Lalu, mereka yang melakukan mobilitas tidak melakukan isolasi mandiri 14 hari selain jika diwajibkan," jelasnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (10/9/2020).
Bayu menyebutkan saat ini masih banyak masyarakat yang belum secara disiplin melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, durasi, dan menjaga kebersihan. Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya pembatasan kegiatan di tingkat RT/RW.
Lebih lanjut Bayu menyampaikan aktivitas warga yang tidak dibatasi menjadikan klaster keluarga semakin massif. Misalnya, kegiatan berkumpul warga seperti arisan, mengunjungi rumah tetangga, rapat warga, dan lainnya.
Membiarkan Anak Bermain
Selain itu membiarkan anak-anak bermain bersama di lingkungan perumahan tanpa pengawasan dan kurang memerhatikan protokol kesehatan. Kemudian, melakukan liburan atau jalan-jalan di keramaian berpotensi membawa virus ketika kembali ke rumah.
"Ketika beraktivitas tidak memerhatikan protokol kesehatan akan meningkatkan risiko penyebaran Covid-19. Sebaliknya, kalau warga rajin soal masker, jaga jarak, cuci tangan bisa menurunkan risiko terpapar dan menularkan Covid-19,"urainya.
Oleh sebab itu Bayu kembali menekankan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu diharapkan akan memutus mata rantai penyebaran virus corona penyebab Covid-19.
"Terapkan protokol kesehatan dengan disiplin, dimanapun dan dengan siapapun,"tegasnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.