Finis Posisi 11 di Motegi, Veda Ega Bawa Modal Penting Jelang Moto3 Mandalika
Veda Ega Pratama bangkit dari insiden crash saat kualifikasi dan finis ke-11 pada Moto3 Jepang 2026. Pembalap Indonesia itu meraih 5 poin penting jelang Moto3 M
Ilustrasi petugas melakukan tes swab./ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha\n
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan terus memasifkan uji usap ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemkab Bantul.
Tujuan uji usap sebagai upaya mencegah terjadinya klaster perkantoran dan upaya mendeteksi dini terkait pencegahan serta penularan Covid-19.
“Mulai kemarin sudah jalan. Disdikpora dan Dishub, sudah ada sekitar 200an orang,” kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo, Kamis (17/9/2020).
Baca juga: Polisi Susuri Jalan Malioboro Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan
Menurut Agus, selain dua Dishub dan Disdikpora, uji usap juga akan diterapkan untuk OPD lainnya di lingkungan Pemkab Bantul. Utamanya, untuk OPD yang langsung berhubungan dan melakukan pelayanan langsung kemasyarakat.
“Dua minggu ini kami gelar. Harapannya, tidak hanya semua OPD tetapi juga sampai tingkat kecamatan dan kelurahan nantinya,” terang Agus.
Agus menyatakan, jawatannya sengaja melalukan uji usap ke OPD di Pemkab Bantul dengan tujuan untuk mendeteksi dini persebaran Covid-19 di wilayahnya. Selain itu, langkah uji usap dinilai efektif untuk mencegah adanya klaster perkantoran.
Baca juga: Pemkot Jogja Pilih-Pilih Gedung Sebelum Putuskan Lokasi Shelter Pasien Covid-19
“Kami tidak ingin tertulari dan menulari. Jangan sampai ada klaster perkantoran dan klaster pelayanan publik,” papar Agus.
Sementara Sekda Bantul Helmi Jamharis mengakui jika saat ini pihaknya tengah melakukan uji usap massal untuk OPD di lingkungan Pemkab Bantul. Tes ini menyasar semua ASN, utamanya yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan melakukan pelayanan.
“Ini langkah kami untuk antisipasi. Apalagi saat ini banyak orang tanpa gejala,” kata Helmi.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, jika saat ini uji usap yang dilakukannya masih bergantung kepada kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BPTKLPP). Karena adanya keterbatasan kuota penelitian uji usap.
Namun, setelah dua bulan mendatang, uji usap di Bantul tidak akan terlalu mengandalkan BPTKLPP. Sebab, mobil layanantes polymerase chain reaction (PCR) senilai Rp4,6 miliar dari APBD Perubahan siap digunakan.
“Kenapa mobil? Mobil PCR ini lebih efektif dan bisa langsung mendatangi warga yang harus menjalani uji usap. Dites hari itu, hasil juga keluar hari itu juga. Pakai mobil PCR hanya butuh waktu satu jam. Sehari bisa tes 450 sehari,” ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama bangkit dari insiden crash saat kualifikasi dan finis ke-11 pada Moto3 Jepang 2026. Pembalap Indonesia itu meraih 5 poin penting jelang Moto3 M
Apple dikabarkan menyiapkan acara 13 Oktober 2026 untuk memperkenalkan smart home hub, HomePod mini 2, dan Apple TV 4K baru.
Punya dua nomor BPJS Ketenagakerjaan setelah pindah kerja? Simak cara menggabungkan saldo JHT melalui JMO dan layanan BPJS Ketenagakerjaan.
Pajak mineral bukan logam dan batuan Kulonprogo 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar. Warga juga menyoroti aktivitas tambang pasir Sungai Progo.
Jadwal bola malam ini 5-6 Oktober 2026 menghadirkan Indonesia vs Thailand, Jepang vs Selandia Baru, serta sejumlah laga Nations League.
Denza dan Xpeng menguasai 51,5% distribusi mobil premium Januari-Agustus 2026. BMW dan Mercedes-Benz berada di posisi berikutnya.