Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini 25 Mei 2026, Cek Jam Favoritmu
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan merekrut 2.124 pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pengawas TPS ini nanti akan ditempatkan di seluruh TPS dan mengawasi pelaksanaan pemungutan hingga penghitungan suara selesai.
Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati mengatakan jumlah pengawas TPS yang akan direkrut disesuaikan dengan jumlah TPS yang ditetapkan oleh KPU Sleman. Secara teknis, rekrutmen Pengawas TPS akan dilaksanakan di seluruh kantor Panwaslu Kecamatan. Pengumuman rekrutmen Pengawas TPS dilakukan sejak Rabu (30/9/2020) hingga 2 Oktober kemarin.
"Untuk pelaksanaan pendaftaraan, penerimaan dan penelitian berkas pendaftaran serta wawancara, akan dilakukan selama 13 hari, yakni 3 Oktober 2020 sampai 15 Oktober 2020," katanya, Minggu (4/10/2020).
Bila hingga batas waktu pendaftaran jumlah pendaftar belum memenuhi kuota, maka Bawaslu akan melakukan perpanjangan masa pendaftaran. Pengumuman hasil seleksi calon Pengawas TPS sendiri, kata Vici, akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2020. “Nanti masyarakat dapat memberikan masukan dan tanggapan terhadap nama-nama calon Pengawas TPS yang dinyatakan lolos seleksi. Selanjutnya, tanggapan dan masukan masyarakat itu akan kami klarifikasi kebenarannya,” kata Vici.
BACA JUGA: Ribuan Warga Jogja Ajukan Keringanan PBB, Tapi Masih Banyak yang Belum Bayar Pajak
Untuk bisa menjadi seorang Pengawas TPS di Pilkada Sleman tahun ini, jelas Vici, setidaknya pendaftar harus memenuhi 15 persyaratan. Salah satunya, bersedia melaksanakan pemeriksaan Rapid Test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) mengingat Pilkada kali ini digelar di masa bencana nonalam Covid-19.
Dalam proses rekrutmen Pengawas TPS sendiri, Bawaslu dan Panwaslu Kecamatan tetap mengedepankan disiplin penerapan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.
“Pengumuman Pengawas TPS terpilih rencananya dilaksanakan pada 11 November dan pelantikan pada 16 November,” ujar Vici.
Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono mengatakan total pengawas TPS yang dibutuhkan untuk Pilkada di tiga daerah sebanyak 6.108 pengawas. Masing-masing untuk Pilkada Gunungkidul 1.900 orang pengawas TPS, Bantul membutuhkan 2.084 orang, dan Sleman sebanyak 2.124 orang.
"Yang melaksanakan proses rekrutmen adalah panwaslu kecamatan dapat dibantu oleh panwaslu kelurahan/desa. Rekrutmen ini dilakukan serentak secara nasional," kata dia.
Saat ini, kata Bagus, tahapan pembentukan telah sampai pada tahap pendaftaran, penerimaan, dan penelitian berkas administrasi, serta wawancara. Jumlah pendaftar yang dibutuhkan minimal dua orang di setiap TPS atau sebanyak 12.216 orang. "Kalau sampai batas waktu akhir pendaftaran belum terpenuhi kebutuhan minimal jumlah pendaftaran, panwaslu kecamatan akan memperpanjangan waktu pendaftaran khusus di TPS yang belum terpenuhi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.