Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Bantul menyatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bantul menunjukkan angka penurunan sejak tiga bulan terakhir. Penurunan kasus penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegypti ini diduga karena masyarakat semakin sadar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Secara umum tren perkembangan kasus DBD menurun sejak bulan Juni,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, melalui pesan singkat aplikasi Whatsapp, Selasa (13/10/2020).
Pria yang akrab disapa Oki ini mencatat total kasus DBD di Bantul sampai akhir September lalu sebanyak 1.085 kasus. Kasus di Bulan Juni ada 123 kasus, kemudian Juni 85 kasus, dan September terlaporkan kasus DBD sebanyak 17 kasus.
Sementara kasus terbanyak ada di Kecamatan Bantul 131 kasus dan terenda di Kecamatan Dlingo 14 kasus. Ia memastikan penurunan kasus DBD ini tidak ada kaitannya dengan peningkatan kasus Coronavirus Disease atau Covid-19.
Menurut dia, penularan penyakit DBD sangat dipengaruhi dengan perubahan cuaca. Meski kasus menurun, jelang musim penghujan ini Oki meminta masyarakat tidak lengah.
Ia mengimbau masyarakat tetap melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungannya masing-masing dan melakukan 3M, yakni menguras tempat penampungan air yang disinyalir menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, menutup penampungan air, dan mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas.
“Tapi tetap dengan prosedur protokol kesehatan [Covid-19],” ucap Oki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
op Ten News Harianjogja.com Kamis 10 September 2026 merangkum isu hangat Jogja, ekonomi, cuaca, lingkungan, hingga olahraga.
Persoalan pendidikan di Kabupaten Bantul masih cukup banyak, mulai dari kondisi fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, hingga proses belajar mengajar
Bagayoko yakin PSS Sleman tampil lebih baik saat menghadapi Madura United pada pekan kedua BRI Super League di Stadion Maguwoharjo.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.