Tutup KLIC Fest 2026, Bupati : Klaten Selalu Jadi Rumah Pesepeda Dunia
Gala dinner di Candi Sewu tutup rangkaian KLIC Fest 2026 dengan pesan persahabatan internasional. Klaten kini makin mantap sebagai destinasi sport tourism dunia
Deklarasi JKT di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Selasa (20/10/2020). /Ist-dokumen
Harianjogja.com, SLEMAN- Dukungan kepada pasangan calon Kustini Sri Purnomo - Danang Maharsa kembali datang dari sejumlah tokoh kiai Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sleman. Terbaru, dideklarasikan Jaringan Kiai Tahlil (JKT) Kabupaten Sleman yang akan menjadi wadah aspirasi kaum nahdliyin kepada paslon bernomor urut 3 dalam Pilkada Sleman 9 Desember.
Ketua JKT Sleman, Maktuf Salafi menuturkan dibentuknya jaringan tersebut untuk menampung dan mewadahi aspirasi kaum nahdhiyin yang ingin menyalurkan aspirasinya ke paslon Kustini - Danang dalam pilkada sleman. Jumlah kiai pengagas JKT Sleman yang tergabung dan menjadi tim inti berjumlah 25 orang.
Baca juga: Bantah Sepi Job, Ma’ruf Amin Ungkap Tugasnya yang Bikin Jarang Tampil di Publik
"Jaringan ini sekaligus untuk memberikan pemahaman yang selama ini seakan-akan kaum nahdliyin harus memilih paslon tertentu," ungkapnya seusai deklarasi JKT di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Selasa (20/10/2020).
Makruf tidak sependapat jika Nahdlatul Ulama selalu diidentikkan menjadi milik salah satu partai. Pasalnya, sesuai dengan khittah perjuangan yang mana Nahdlatul Ulama harus nasionalis.
"Karena NU adalah milik umat. Jangan dikooptasi bahwa NU hanya milik salah satu partai. Jagan sampai NU dibawa kemana-mana, tetapi kita menunjukkan jika NU ada dimana-mana," jelasnya.
Baca juga: Puncak WJNC 2020 Suguhkan Lakon Babat Alas Mertani
Maktuf juga menuturkan bentuk dukungan yang diberikan tak lain karena Kustini - Danang dianggap mampu membesarkan kegiatan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sleman.
"Komitmen ibu sudah jelas untuk membesarkan kegiatan seperti tahfidul qu\'ran dan pondok pondok pesantren berbasis NU. Kami siap lahir batin mendukung. Apapun akan kami lakukan, akan kami tabrak kalau ada mengganggu," terangnya.
Sementara Dewan Penasehat Jaringan Kiai Tahlil, K.H Abdulloh Khadziq Fauzan menuturkan Jaringan Kiai Tahlil adalah gerakan kultural yang akan melibatkan kiai tahlil dan kiai kampung yang mempunyai majelis taklim dan majelis mujahadah.
"Kami mendukung Kustini-Danang semoga bisa membawa aspirasi dari kalangan kiai kiai tahlil dan kyai kampung yang mana kita tidak membawa nama NU. Kita secara kultural dan pribadi memberikan dukungan semoga membawa kemaslahatan NU dan masyarakat semuanya," imbuhnya.
Gus Khadziq yang menjadi Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas tersebut, juga menyatakan pasangan calon Kustini - Danang bisa diajak untuk bekerjasama mengembangkan kegiatan keagamaan di Kabupaten Sleman.
"Insyaallah kami membawa kedamaian dan membawa kemaslahatan. insyallah ijtihad kami benar dan diridhoi oleh allah. Semoga paslon nomor 3 mendapatkan amanah. Maslahah untuk rakyat. Sleman maju, Sleman sembada," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gala dinner di Candi Sewu tutup rangkaian KLIC Fest 2026 dengan pesan persahabatan internasional. Klaten kini makin mantap sebagai destinasi sport tourism dunia
Tesla memastikan Roadster 2.0 diproduksi di Giga Texas, tetapi jadwal peluncurannya kembali memicu keraguan publik.
BTS dominasi AMA 2026 dengan tiga piala, sementara Taylor Swift pulang tanpa penghargaan di malam penuh kejutan Las Vegas.
Polisi membongkar sindikat curanmor lintas pulau dari Jogja ke Sumatera, empat motor diamankan di Pelabuhan Bakauheni.
Bojan Hodak resmi mundur dari kursi pelatih Persib Bandung usai hattrick juara Liga Indonesia. Igor Tolic ditunjuk sebagai pengganti.
Lima wakil Indonesia langsung gugur di hari pertama Singapore Open 2026 termasuk Rehan/Gloria dan Putri KW.