Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN — Peristiwa angin kencang dan hujan lebat yang melanda sejumlah kawasan di DIY pada Jumat kemarin, (30/10/2020) membawa dampak kerusakan di beberapa tempat.
Berdasarkan catatan yang dihimpun dari BPBD Sleman, BPBD Bantul, dan BPBD Kota Jogja, kerusakan didominasi oleh pohon tumbang. Di Sleman, pohon tumbang terjadi di lima lokasi. Masih di daerah yang sama, kerusakan rumah terjadi di sembilan lokasi dan rumah roboh satu lokasi. Sementara itu, di Kota Jogja, pohon tumbang terjadi di satu titik, tepatnya di kawasan Mantrijeron.
Dampak terparah terjadi di Bantul. Akibat peristiwa angin kencang dan hujan lebat, pohon tumbang terjadi di 13 titik. Akibatnya, tiga rumah, enam jaringan listrik, lima akses jalan, satu kendaraan dan satu kendaraan mengalami kerusakan. Angin kencang juga merusak 30 rumah, satu kendaraan dan satu baliho. Fenomena gerakan tanah juga tercatat terjadi di Kecamatan Kasihan.
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman BMKG, Reni Kraningtyas mengatakan peristiwa alam di atas terjadi karena adanya tekanan rendah (1011 mb) terpantau di Samudra Hindia Barat Australia dan sirkulasi siklonik (eddy) di Samudra Hindia Barat Sumatra.
BMKG juga mencatat anomali suhu muka laut di Perairan Selatan Jawa yang cukup hangat (+1 derajat celcius - 2,5 derajat celcius). Labilitas lokal yang kuat juga turut andil dalam pembentukan awan secara konvektif.
“Kondisi tersebut mendukung tumbuhnya awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menimbulkan hujan lebat, kilat/petir dan down burst/semburan angin kencang di wilayah Sleman, Bantul dan Kota Jogja serta embrio puting beliung di Bantul [Kecamatan Piyungan],” jelas Reni dalam keterangan persnya, Sabtu (31/10/2020).
Reni mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrim. Kawasan DIY sudah memasuki musim hujan. Artinya, hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi lagi. Kondisi alam itu, tambah Reni berpotensi menimbulkan banjir ataupun tanah longsor di kawasan DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.