Novotel Suites Malioboro Hadirkan Venue Gathering dengan Panorama Kota Jogja
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
Subardi (dua kanan). - ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satu bulan menjelang pemilihan kepala daerah di Gunungkidul, warga diminta berhati-hati memilih pemimpin. Perlu melihat rekam jejak dan reputasi seluruh kontestan, termasuk partai pengusungnya. Hal ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Subardi saat berkunjung di warga Desa Semoyo, Kapanewon Patuk, Gunungkidul belum lama ini.
Mbah Bardi, sapaan akrabnya menilai pasangan calon (paslon) dan partai pengusungnya adalah satu paket. Maka, menilai kandidat harus sepaket. Sejauh ini sepak terjang Nasdem di Gunungkidul semakin dipercaya masyarakat hingga meraih sembilan kursi DPRD Kabupaten dan dua kursi DPRD Provinsi. Capaian ini membuat Nasdem mampu mengusung sendiri pasangan nomor urut 2, Immawan Wahyudi – Martanti Soenar Dewi. Mbah Bardi berharap pilihan masyarakat adalah Immawan-Martanti agar aspirasi yang disampaikan tegak lurus hingga ke pusat.
“Misalnya Semoyo ingin pembangunan jalan atau ingin jaringan internetnya bagus, nanti akan lebih mudah kalau bupatinya dari Nasdem. Bupati Nasdem dikawal oleh 9 kursi DPRD dari Nasdem, lalu akan dibantu oleh dua kursi DPRD Provinsi dari Nasdem, dan tentunya saya di pusat akan memastikan aspirasinya sudah sejauh mana,” kata legislator dari Dapil DIY itu, Minggu (8/11).
Selain reputasi Nasdem, lanjut Subardi, aspirasi tegak lurus akan menjadikan pembangunan berbasis kemasyarakatan.
“Kalau nomor 2 menang, saluran aspirasinya kuat, tegak lurus hingga ke pusat. Apa yang diinginkan masyarakat akan lebih mudah dan cepat diwujudkan. Apalagi saya punya banyak program dengan Pemerintah Pusat untuk pembangunan di Dapil,” kata Subardi menambahkan.
Tidak Salah Pilih
Subardi mengingatkan masyarakat agar tidak salah pilih, apalagi banyak kontestan Pilkada yang menghalalkan segala cara untuk menang, termasuk dengan politik uang. Menurutnya, sejak awal Nasdem menolak koalisi karena didalamnya memuat transaksional. “Kalau sejak awal sudah cacat, ke belakang juga cacat. Hati-hati jangan asal pilih,” jelasnya.
Gagasan aspirasi yang tegak lurus harus dimanfaatkan dengan cara memenangkan pasangan Immawan – Martanti. Keduanya, menurut Mbah Bardi memiliki pengalaman, kemampuan dan tidak pernah cacat moral.
“Pak Immawam orangnya baik, sederhana, berpengalaman, punya gagasan luar biasa, dan 10 tahun jadi Wakil Bupati berhasil angkat pariwisata Gunungkidul, sektor pertanian juga surplus jadi lumbung pangan di DIY. Bu Tanti juga baik, peduli dan satu-satunya kontestan perempuan. Jangan ditanya urusan kemanusiaan, beliau sangat konsen sejak dulu,” tutur Ketua DPW Nasdem DIY itu.
Subardi yakin, gagasan ini akan menjadikan Pilkada lebih baik dari sekedar pesta demokrasi biasa. "Inilah pentingnya aspirasi tegak lurus agar pilkada berjalan efektif. Masyarakat harus berdemokrasi dengan cerdas agar pembangunan lebih tertata," katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
Bedah buku 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Bantul mendorong masyarakat memahami kerja legislatif dan aktif mengawasi kinerja wakil rakyat.
Irlandia 2-2 Austria di Nations League. Troy Parrott mencetak brace sebelum Austria bangkit lewat Prass dan Gregoritsch.
Wales comeback 2-1 atas Norwegia di Nations League. Dan James dan Neco Williams mencetak gol setelah Oscar Bobb lebih dulu membawa Norwegia unggul.
Jerman meraih kemenangan perdana di era Jürgen Klopp setelah mengalahkan Serbia 2-0 pada UEFA Nations League 2026/27.
Jadwal final sepak bola putra Asian Games 2026 Korea Selatan vs Jepang, Sabtu 3 Oktober pukul 17.30 WIB di Toyota Stadium.