Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi wisuda perguruan tinggi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN - Debat Pilkada Sleman 2020 memasuki putaran ketiga pada Kamis (12/11/2020) malam. Kali ini, ketiga pasangan calon dihadirkan untuk saling beradu argumen dengan topik "Keterlibatan Stakeholders dalam Pembangunan Daerah".
Dalam debat semalam, pada segmen kedua, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor 1 Danang Wicaksana Sulistya - Agus Choliq (DWS-ACH) mendapatkan pertanyaan dari moderator Ferry Anggara terkait potensi besar Kabupaten Sleman jika melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi.
Moderator bertanya, apa yang akan dilakukan pasangan ini untuk mewadahi hasil riset dari perguruan tinggi yang ada di Sleman.
Mengawali jawabannya, Danang atau yang akrab disapa DWS menyebutkan bahwa Kabupaten Sleman memiliki 49 perguruan tinggi. Sehingga, menurutnya akan sangat disayangkan jika ke-49 perguruan tinggi di Sleman itu tidak ikut diberdayakan dalam pembangunan di Kabupaten Sleman.
"Sangat eman kalau 49 perguruan tinggi tidak ikut diberdayakan dalam pembangunan di Kabupaten Sleman. Keinginan kami saat akan menciptakan kemandirian ekonomi, bagaimana kita menggali seluruh potensi desa, dusun, dan kelompok kecil masyarakat," kata Danang.
"Kita ingin tingkatkan potensi itu mulai pertanian, wisata, UMKM. Keinginan kami ada pemberdayaan dari kampus. Jadi hasil riset perguruan tinggi tidak hanya selesai jadi paper saja. Itu bisa direalisasikan untuk bantu kami meningkatkan potensi masyarakat," lanjutnya.
Pasangannya, Agus Choliq, menambahkan bahwa dari 49 perguruan tinggi di Sleman, separuhnya sendiri berada di Kecamatan Depok.
"Saya kira 49 perguruan tinggi yang ada di Sleman, kurang lebih 24-nya sendiri sudah ada di [Kecamatan] Depok. Ini perlu kita tata, agar kemudian hari perguruan tinggi di DIY, khususnya Sleman, ini betul-betul jadi Kota Pendidikan," imbuhnya.
Penelusuran
Menurut data referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), disebutkan bahwa perguruan tinggi aktif yang ada di Kabupaten Sleman berjumlah 40 perguruan tinggi.
Adapun, kabupaten ini mewadahi perguruan tinggi dengan berbagai bentuk, mulai dari universitas hingga akademi. Adapun rinciannya meliputi 9 universitas, 2 institut, 12 sekolah tinggi, 3 politeknik, dan 14 akademi.
Dari data tersebut, juga disebutkan data perguruan tinggi perkecamatan. Di Kecamatan Depok, tercatat ada 25 perguruan tinggi. Rinciannya adalah 6 universitas, 1 institut, 9 sekolah tinggi, 2 politeknik, dan 7 akademi.
Sementara itu, perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya dinaungi Kemendikbud, melainkan juga Kementerian Agama (Kemenag).
Adapun, data dari Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kemenag menyebutkan ada satu perguruan tinggi Islam di Sleman, yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kesimpulan
Dari penelusuran data di atas, dapat disimpulkan bahwa lokasi perguruan tinggi di Kabupaten Sleman didominasi di Kecamatan Depok. Namun, secara ketepatan jumlah, data yang disampaikan kedua paslon nomor 1 ini tidak sesuai dengan data yang ada menurut Kemendikbud dan Kemenag.
Maka dari itu, klaim DWS-ACH bahwa ada 49 perguruan tinggi di Kabupaten Sleman dan 24 di antaranya berada di Kecamatan Depok tidak sesuai dengan data yang ada alias salah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.