Inflasi Gunungkidul Oktober 2026 Tertinggi di DIY Capai 3,12%
Inflasi Gunungkidul pada Oktober 2026 mencapai 3,12%, tertinggi di DIY dan mulai mendekati batas toleransi pemerintah sebesar 3,5%.
Anggota MPR-DPR RI Gandung Pardiman saat menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di rumahnya di Kalurahan Genjahan, Ponjong. Selasa (17/11/2020).David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Anggota MPR RI Gandung Pardiman mengingatkan potensi runtuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini disampaikan saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kalurahan Genjahan, Ponjong, Selasa (17/11/2020).
“Sekarang bukan ancaman disintergrasi, tapi rongrongan kehancuran terhadap NKRI. Ini harus dicegah agar Bangsa Indonesia tetap tegak berdiri,” kata Gandung kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia, ancaman ini nyata yang dibuktikan adanya gerakan dari kelompok kanan dan kiri di Indonesia yang ingin berkuasa. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya berita bohong yang mudah dipercayai oleh masyarakat. “Ini harus dicegah agar NKRI tetap kokoh berdiri,” katanya.
Gandung menuturkan, kunci untuk menjaga kokohnya NKRI dengan mengamalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Ia menjelaskan, UUD 1945 menjadi roh untuk persatuan dan kesatuan bangsa sehingga harus dijaga. “Empat pilar ini penting karena menjadi satu kesatuan dalam menjaga keutuhan bangsa,” katanya.
Dia juga menekankan, untuk Pancasila juga merupakan harga final dan tidak bisa diperas-peras lagi. Gandung menuturkan, Pancasila yang diakui adalah hasil kesepakatan yang dibuat pada 18 Agustus 1945. “Bukan Pancasila hasil rumusan 1 Juni atau 22 Juni, tapi hasil 18 Agustus yang jadi pedoman. Kalau yang lainnya, maka ancaman perpecahan bisa semakin nyata,” katanya.
Gandung mengatakan, Pancasila tidak hanya sebatas semboyan, tapi juga harus diamalkan di setiap sila hingga butir-butir yang terkandung di dalamnya. Ia pun menyakini apabila isi dari Pancasila bisa diamalkan, maka segala rongrongan dan ancaman terhadap bangsa dan Negara bisa ditanggulangi. “Mari bersama-sama untuk mengamalkan sila-sila yang ada dalam Pancasila,” katanya.
Politisi senior DPD Golkar DIY, John S Keban mengatakan, kehidupan bangsa dan Negara saat ini sama persis seperti yang terjadi sebelum pecah pemberontakan di 1965. Pada saat itu banyak sekali politik adu domba yang mengancam stabilitas Negara. “Sekarang ini juga sama sehingga harus diwasadai dan ditanggulangi,” katanya.
Keban menambahkan, eksistensi Bangsa Indonesia tidak hanya dirongrong dari dalam negeri tapi juga berasal dari luar. Hal ini tidak lepas dari posisi dan letak Indonesia yang strategis di mata dunia. “Tumpuan ekonomi dunia baru ada di kawasan Indopasifik dan Indonesia menjadi pintu masuknya. Jadi, NKRI harus terus dijaga dari segala ancaman yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul pada Oktober 2026 mencapai 3,12%, tertinggi di DIY dan mulai mendekati batas toleransi pemerintah sebesar 3,5%.
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.