Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penularan virus di lingkungan keluarga, menyusul maraknya klaster keluarga di kabupaten ini.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, penambahan kasus harian Covid-19 di Kulonprogo didominasi oleh klaster keluarga. Kasus itu ditemukan di hampir seluruh kapanewon.
"Akhir-akhir ini banyak bermunculan klaster keluarga di Kulonprogo, yang terbaru ada di Nanggulan dan Kalibawang," kata Baning kepada awak media Kamis (10/12/2020)
Baca juga: Covid-19 di DIY Belum Stabil, Kampus Ini Siapkan Kombinasi Tatap Muka & Online
Baning menjelaskan sebagian besar klaster keluarga itu berawal dari pemudik ataupun pelaku perjalanan (PP). Disinyalir mereka sudah terjangkit virus tapi tidak segera tertangani sehingga menular ke anggota keluarga lainnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan seluruh pemudik maupun PP harus melakukan rapid rest atau swab test saat kembali dari luar daerah. Untuk swab test, karena hasilnya baru diketahui beberapa hari setelah test, maka mereka wajib menjalani karantina. Sayangnya, kata Baning tak sedikit dari mereka tidak menjalankan prosedur itu. Ada yang dengan leluasa kontak dengan anggota keluarga lain, sehingga terjadi penularan.
Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan lonjakan kasus harian Covid-19 di kabupaten ini berasal dari para pendatang dan PP. Sebelumnya kasus di Kulonprogo terbilang minim dan paling kecil dibandingkan daerah lain di DIY. Namun memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) daerah ini banyak didatangi pendatang. Aktivitas masuk dan keluar daerah juga jadi lebih intens seperti ketika masa normal sebelum pandemi melanda.
"Rata-rata kasus akhir-akhir ini datang dari pendatang, orang mudik atau pelaku perjalanan, jadinya ada penularan," ucapnya.
Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengantisipasi kemunculan klaster keluarga, setidaknya untuk sekarang, adalah dengan mengetatkan prosedur yang berlaku bagi para pendatang. Setibanya di Kulonprogo, mereka wajib menjalankan karantina selama 14 hari atau melakukan rapid dan swab test. Sebelum hasil test itu keluar, tidak diperkenankan melakukan kontak dengan anggota keluarga lain.
Baca juga: Tak Semua Pasien Covid-19 Ikut Mencoblos, Ini Alasannya
Di samping itu, masyarakat juga harus selalu mematuhi protokol kesehatan meliputi pemakaian masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan cuci tangan di air mengalir.
Merujuk Data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, akumulasi penderita corona sekarang mencapai 599 orang. Dari jumlah itu sebanyak 323 dinyatakan sembuh, 222 masih menjalani isolasi mandiri, 41 sedang dalam perawatan di rumah sakit dan 13 orang meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.