10 Berita Terpopuler Jogja Hari Ini: Geng Motor, El Nino, hingga SPMB
Top Ten News Jogja 26 Mei 2026: Klinik KDMP Sleman, IWFP, geng motor Bantul, TBC Gunungkidul, hingga aturan baru masuk SD.
Massa aksi yang mengatasnamakan Barisan Juang Sinduadi menggelar demo di depan Gedung DPRD Sleman yang berhadapan dengan Kantor Bupati Sleman, Sabtu (26/12/2020).-Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN-Sekelompok warga Sinduadi menggelar aksi demo di sela-sela pelantikan 49 lurah hasil pemilihan lurah (Pilur), Sabtu (26/12/2020). Mereka menolak hasil Pilur yang digelar pada 20 Desember lalu.
Massa aksi yang mengatasnamakan Barisan Juang Sinduadi menggelar demo di depan Gedung DPRD Sleman yang berhadapan dengan Kantor Bupati Sleman. Mereka tidak hanya membawa spanduk berisi penolakan hasil Pilur di Sinduadi yang dinilai banyak kecurangan. Sejumlah spanduk yang ditulis, antara lain "e Voting Bikin Pusing", "Usut Tuntas Hasil Pilur", "Pilurdes Ulang," dibawa oleh sejumlah warga.
Bagi massa aksi, proses Pilur berjalan dengan kecurangan sehingga perlu digelar pilur ulang. Mereka juga sudah mengirimkan surat keberatan kepada Bupati Sleman Sri Purnomo terkait hasil Pilur yang dimenangkan oleh petahana, Senen Haryanto. "Kami keberatan dengan hasil Pilkades di Sinduadi. Sebab ada indikasi kecurangan yang tersruktur, sistematis dan massif yang dilakukan oleh KPPS Sinduadi," kata Koordinator Barisan Juang Sinduadi Daru Diantoro di sela-sela aksi.
Terkait aksi tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo menghargai aspirasi warga tersebut. Ia juga mempersilahkan jika warga yang tidak puas dengan hasil Pilur di Sinduadi diuji di PTUN. "Silahkan ke PTUN agar diuji di pengadilan. Ini pekerjaan dari lurah terpilih. Kompetisi sudah selesai dan semua warga yang kemarin berbeda pilihan harus dirangkul,"katanya.
Adapun Lurah Sinduadi Senen Haryanto mengatakan aksi massa tersebut terjadi karena warga belum legowo dengan hasil Pilur. Mereka belum percaya dengan hasil Pilur yang berjalan sesuai prosedur pemilihan secara evoting. "Tentunya bagi kami itu ada diranah pelaksana, panitia dan Pemkab. Kami hanya peserta. Kami ikuti aturan yang berlaku," katanya.
Dia mengatakan, setelah dilantik dia akan tetap merangkul warga yang berseberangan dengannya saat Pilur. Jika sudah legowo, ia akan tetap merangkul warga yang melakukan aksi karena mereka juga bagian warga Sinduadi. "Dengan bersatunya warga Sinduadi itu menjadi kekuatan sendiri. Tanpa kebersamaan tidak mungkin membangun Sinduadi dengan lancar. Itu harapan saya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 26 Mei 2026: Klinik KDMP Sleman, IWFP, geng motor Bantul, TBC Gunungkidul, hingga aturan baru masuk SD.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.