Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
ILustrasi
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul memutuskan untuk memperpanjang kembali masa tanggap darurat bencana Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) mulai 1 hingga 31 Januari 2021. Keputusan ini diambil karena penularan Covid-19 di Bumi Projotamansari hingga saat ini belum mereda. “Alasannya [perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19] karena Covid-19 belum mereda,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis saat dihubungi, Rabu (30/12/2020).
Perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 untuk kedelapan kalinya ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bantul No.678/2020 tentang Perpanjangan Kedelapan Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Bantul.
Dalam SK tersebut, Bupati Bantul Suharsono menjabarkan alasannya di antaranya sampai berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19 ketujuh masih terus terjadi penularan Covid-19, bahkan menimbulkan korban jiwa, berdampak negatif di berbagai sektor, serta berpengaruh pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.
Untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19, perlu langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi antarperangkat daerah dan lembaga lain yang berkelanjutan, sehingga status tanggap darurat perlu diperpanjang.
Suharsono memerintahkan kepada Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul untuk mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan dalam rangka mencegah dan menangani dampak buruk yang ditimbulkan, seperti penyelamatan dan evakuasi, isolasi, perlindungan, pengurusan, dan penyelamatan, serta pemulihan terhadap korban Covid-19. “Keputusan Bupati ini mulai berlaku Jumat [1/1/2021],” kata Suharsono.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, total angka positif Covid-19 per Selasa (29/12) mencapai 2.971 kasus. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 2.351 orang dinyatakan sembuh, 83 orang meninggal dunia, dan 537 orang lainnya masih menjalani isolasi. Beberapa kecamatan yang masuk dalam zona merah risiko penularan Covid-19 yakni Kecamatan Kasihan, Jetis, Pleret, Bantul, dan Banguntapan.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso menyampaikan jumlah kasus Corona di Bantul terus meningkat karena tingkat mobilitas warga semakin tinggi, bahkan cenderung bebas seperti masa normal.
“Selain itu protokol kesehatan [prokes] belum diterapkan secara maksimal. Itulah yang membuat kasus semakin tinggi,” kata Sri Wahyu. Untuk menekan penyebaran kasus, Gugus Tugas meminta masyarakat mematuhi prokes pencegahan Covid-19, seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan di air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan (4M). “Harus disiplin dan menerapkan prokes secara ketat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.
DJP menetapkan pemungutan pajak marketplace mulai 1 Agustus 2026. Berlaku bagi seller beromzet di atas Rp500 juta per tahun.
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
Kemenhut mencatat 12,3 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan rehabilitasi di tengah ancaman El Nino dan meningkatnya risiko karhutla.