Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, BANTUL- Hujan lebat yang terjadi sejak Selasa hingga Kamis (29-31/12/2020) menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun material longsor sempat menimpa rumah dan menutup akses jalan.
Data dari Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Bantul menyebutkan, tanah longsor terjadi wilayah Kecamatan Piyunga, Imogiri, dan Pleret. Manajer Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul, Aka Luk Luk mengatakan longsor di Piyungan terjadi dua lokasi, di Selopamioro empat titik, dan di Pleret satu titik.
Material longsor sempat menimpa rumah, tempat usaha, dan menutup akses jalan. “Tapi tidak ada korban jiwa,” kata Aka, Kamis (31/12/2020).
Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 Tegaskan Tenaga Kesehatan Wajib Mendapat Libur
Kepala Desa Selopamioro, Sugeng Suryanto mengatakan tanah longsor yang terjadi di wilayahnya ada di Dusun Kajor Kulon, Kajor Wetan, Siluk I, dan Kedungjati. Selain longsor ada juga beberapa pohon yang tumbang, namun sudah selesai diatasi oleh sejumlah sukarelawan dan warga. “Longsor diakibatkan hujan deras sejak Rabu pagi,” kata Sugeng.
Kepala BPBD Bantul, Dwi Darwanto sebelumnya mengatakan pihaknya sudah menyiapkan posko siaga banjir dan tanah longsor atau Bansor selama musim penghujan ini. Posko tersebut siaga 24 jam dengan penjagaan melibatkan relawan bencana dan warga sekitar. Posko yan dipusatkan di desa-desa rawan Bansor itu memantau dan melaporkan setiap peristiwa yang terjadi.
“Musim hujan ini lebih ekstrim karena disertai fenomena La Nina. Maka poteni bencana perlu diwaspadai mulai dari potensi banjir, tanah longsor, sampai pohon tumbang. Khusus poteni banjir dan longsor ada poko khusus di desa-desa,” kata Dwi.
Baca juga: 2021, Pemerintah Akan Fokus Vaksinasi Covid-19 Nasional
Lebih lanjut Dwi mengatakan beberapa wilayah yang rawan banjir dan tanah longsor ada di Sumbermulyo Bambanglipuro, Banguntapan Banguntapan, Mangunan Dlingo, Jatimulyo Dlingo, Girirejo Imogiri, Wukirsari Imogiri, Selopamioro Imogiri, Trimulyo Jetis, dan Tirtonirmolo Kasihan.
Kemudian Parangtritis Kretek, Donotirto Kretek, Srimulyo Piyungan, Sitimulyo Piyungan, Wonolelo Pleret, Pleret Pleret, Seloharjo Pundong, Gadinsari Sanden, Pajangan Sedayu, Bangunharjo Sewon, Pendowoharjo Sewon, dan Poncosari Srandakan. Wilayah-wilayah rawan luapan sungai Winongo, Gajahwong, Oya, Boyong, Code, Gawe, Opak, dan saluran irigasi.
Dwi mengatakan petugas pos pantau akan memantau kondisi ketinggian air setiap saat dan menginformasikan kepada posko utama di BPBD. Selain itu melalui pos pantau juga akan menyampaikan informasi terkait apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana banjir atau ada pergerakan tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pemkab Sleman mendukung PSS dengan penambahan fasilitas Stadion Maguwoharjo. Tim kementerian telah meninjau stadion.
Layanan investasi emas di BRImo didukung oleh PT Pegadaian (Persero) sebagai pelopor layanan Bank Emas (Bullion Bank) di Indonesia
Lomba Lukis Anak DIY-Kyoto 2026 digelar di Sleman pada 23 Agustus. Sebanyak 20 peserta terbaik akan mewakili Sleman di tingkat DIY.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya yang diproduksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.