Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Rumah produksi tahu dan tempe milik Mamik Sudiyanto di Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (4/1/2021). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO- Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan kenaikan harga kedelai disebabkan oleh faktor global, di mana harga kedelai di tingkat global juga mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada harga kedelai impor ke Indonesia.
"Untuk Kulonprogo, dari pantauan kami di sejumlah pasar besar, harga kedelai impor sekarang berkisar Rp9.000 sampai dengan Rp9.500 per Kg. Sedangkan kedelai lokal kisaran Rp9.000 sampai Rp10.000 per Kg," ucap Iffah, Senin (4/1/2021).
Kenaikan ini lanjut Iffah menyebabkan para produsen olahan kedelai, seperti tahu dan tempe mengurangi volume produknya. Iffah mengungkapkan dari pantauan di lapangan ukuran tahu dan tempe menyusut. Lebih kecil dari sebelumnya.
Baca juga: Hari Ini Harga Tahu Tempe Naik 20%
Kendati begitu, Iffah memastikan untuk sementara stok tahu dan tempe di pasaran masih aman. Hal itu dibuktikan dengan masih mudahnya masyarakat menjumpai dua produk tersebut di pasar-pasar tradisional di Kulonprogo.
"Sementara ini stok masih aman, nanti kalau sampai terjadi kelangkaan hingga membuat harga kembali naik kami akan koordinasikan dengan Pemda DIY untuk mencari solusinya," ujar Iffah.
Baca juga: Hujan Lebih Awal, Dana Droping Air Gunungkidul Sisa Rp349 Juta
Kenaikan harga kedelai ini dirasakan para penjual tahu dan tempe eceran, salah satunya Ngatiyo. Dia mengungkapkan kenaikan harga telah membuat pelanggannya lari. "Penjualan turun drastis, kira-kira sampai 50 persen," ungkap Ngatiyo saat ditemui di rumah produksi tahu dan tempe milik Mamik Sudiyanto di Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (4/1/2021).
Dia mengungkapkan banyak konsumennya yang mengeluh karena kenaikan ini. Terlebih ukuran tahu dan tempe yang dijualnya juga mengecil, di sisi lain harga yang dipatok tidak turun. "Bagi konsumen apalagi yang sudah langganan yang paham persoalan ini tentu akan tetap beli, tapi buat konsumen baru sangat susah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.