6 Jembatan Garuda Rampung di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul menyebut anggaran droping air bersih di 2020 tidak terserap secara maksimal. Dari alokasi Rp743 juta, hanya terpakai sekitar Rp394 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan musim hujan kali ini turun lebih cepat sehingga berdampak terhadap proses penyaluran air bersih ke masyarakat yang mengalami kekeringan.
BACA JUGA: Ditetapkan Jadi Ormas Terlarang, Rekening FPI Dibekukan
Menurut dia, droping air terakhir kali dilakukan di Oktober lalu dan setelah itu bantuan tidak disalurkan ke masyarakat. “Begitu Oktober selesai, kami tidak lagi melakukan penyaluran air bersih,” kata Edy kepada wartawan.
Dia menjelaskan, dengan penghentian program bantuan air ini maka berpengaruh terhadap penyerapan anggaran. Pasalnya, dari alokasi sebesar Rp743 juta di 2020 tidak bisa terserap secara maksimal karena masih ada sisa anggaran sekitar Rp349 juta. “Kami hanya pakai sekitar Rp394 juta dan sisanya dikembalikan ke kas daerah,” ungkapnya.
Edy mengatakan penyaluran air bersih difokuskan di beberapa kapanewon seperti Girisubo, Rongkop, Tanjungsari, Semanu, Tepus, Paliyan, Purwosari hingga Panggang. Menurut dia, penyaluran tidak hanya dilakukan oleh BPBD karena sejumlah kapanewon juga memiliki anggaran sendiri. “Mulai 2020, kapanewon tidak bisa menyalurkan sendiri karena harus menggandeng pihak ketiga,” katanya.
Panewu Anom Girisubo Arif Yahya mengatakan memasuki musim hujan, krisis air yang melanda masyarakat bisa teratasi karena pasokan bisa terpenuhi melalui air hujan. Ia mengungkapkan seluruh kalurahan di Girisubo masuk daerah rawan kekeringan saat musim kemarau.
Kapanewon Girisubo mengalokasikan sekitar Rp90 juta di 2020. Meski demikian, alokasi ini sudah habis untuk droping sejak awal Oktober lalu. “Total sekitar 522 tangki yang disalurkan ke masyarakat di wilayah Girisubo,” kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksi melemah di Rp17.540-Rp17.590. Simak sentimen global dan domestiknya.
Perbasi Kulonprogo menggelar Binangun Basketball Championship 2026 untuk membina atlet muda sekaligus mengalihkan pelajar dari kecanduan gadget.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.