Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). /Ist- Dok Humas Pemda DIY\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Orang pertama yang akan divaksinasi Covid-19 di DIY kemungkinan bukan Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X. Saat ini sebanyak 26.800 vaksin Covid-19 sudah tiba di Jogja.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, saat ditemui wartawwan di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (5/1/2021) menyatakan acara simbolik vaksinasi akan dilakukan pada 14 januari, yang dilakukan pada sejumlah unsur pimpinan daerah dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Formkompimda). “Kemungkinan Forkompimda, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, itu diminta pertama,” ungkapnya, Selasa.
Pada simbolik vaksinasi ini, Gubernur DIY Sri Sultan HB X masih akan dikonsultasikan apakah bisa ikut atau tidak. Pasalnya, persyaratan inklusi vaksinasi tetap harus terpenuhi, sementara Sri Sultan saat ini telah berusia di atas 60 tahun. Jika tidak mengikuti, Gubernur akan tetap menyaksikan proses simbolik vaksinasi.
Setelah simbolik vaksinasi kata dia, baru lah dimulai kick off vaksinasi di DIY tahap pertama, yakni untuk seluruh tenaga kesehatan (nakes). Jumlah keseluruhan nakes di DIY saat ini masih terus bergerak, karena selain nakes di rumah sakit dan puskesmas, pihaknya juga terus mendata nakes di klinik, praktek mandiri, bidan dan lainnya.
BACA JUGA: Vaksin Sinovac Didistribusikan, BPOM: Vaksinasi Belum Boleh Dilakukan!
Dari pendataan yang masih berproses itu, saat ini sudah tercatat lebih dari 30.000 nakes. Jumlah nakes ia akui lebih banyak dibanding jatah vaksin yang diberikan pada tahap pertama. Oleh karena itu jika tahap pertama ini belum memenuhi seluruh kebutuhan, pihaknya akan meminta lagi pada tahap berikutnya.
Pihaknya juga akan kembali menggelar pelatihan vaksinator pada 11 Januari mendatang. pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan metode daring dan on job training. Saat ini DIY baru memiliki sekitar 300 vaksinator yang telah dilatih. Untuk memenuhi pelayanan sebanyak 2,6 juta vaksin, setidaknya dibutuhkan 1.313 vaksinator.
Vaksinasi dilakukan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang memenuhi kriteria. Sarana fasyankes yang harus terpenuhi seperti tempat mencukupi, memiliki rantai pendingin dan yang jelas ada vaksinatornya. “Vaksinasi itu tidak seperti biasa, harus ada jeda waktu 30 menit untuk melihat reaksinya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima audiensi grup paduan suara asal Klaten, Vocalista Angel, di Ruang Kerja Bupati Klaten, Jumat (11/9/2026).
Kelok 23 Kretek-Girijati diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam operasional, kendaraan yang boleh melintas, dan aturan uji coba.