Selat Hormuz Tertutup, Ekonomi Inggris Terancam Resesi 2027
Inggris terancam resesi 2027 jika Selat Hormuz tertutup. Inflasi bisa tembus 6,4%, pertumbuhan minus 0,2%. Simak skenario lengkap EY.
Ilustrasi/Antara-Galih Pradipta
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul sudah tidak bisa membedakan klaster penularan Covid-19 menyusul transmisi lokal yang terjadi di wilayahnya. Situasi ini membuat Pemkab Bantul menetapkan sembilan kecamatan menjadi zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus Corona.
Kesembilan kecamatan tersebut adalah Sedayu, Sewon, Banguntapan, Bantul, Pleret, Jetis, Pandak, Srandakan, dan Kretek.
BACA JUGA: Semalam, Guguran Lava Pijar Meluncur 6 Kali dari Puncak Merapi
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharja mengatakan keputusan menaikkan status sembilan kecamatan menjadi zona merah didasarkan kepada beberapa hal. Selain kasus yang mengalami peningkatan yang dibarengi dengan jumlah warga positif, terdapat beberapa kejadian dan variabel lainnya yang membuat jawatannya menetapkan kecamatan tersebut masuk dalam zona merah.
“Apalagi saat ini sudah ada transmisi lokal. Kami tidak bisa lagi petakan klaster atau tidak. Semua bisa saja terjadi,” kata Agus, Rabu (6/1/2020).
Menurut Agus, sejumlah upaya telah dilakukan untuk menekan laju angka Covid-19 di wilayahnya. Salah satunya adalah dengan melakukan kebijakan wajib swab bagi orang yang bergejala dan kontak erat dengan pasien Covid-19.
BACA JUGA: Rekomendasi WHO: Jeda Waktu Pemberian Vaksin hingga 28 Hari
“Nah, sekarang banyak yang bergejala. Ini menyumbang zonasi tadi. Untuk yang bergejala kami tes, kadang lebih dari 50 persen hasilnya terkonfirmasi positif. Tidak ada jalan lain, selain kami harus mengetatkan protokol kesehatan lagi,” terang Agus.
Selain itu, angka kematian di Bantul sejauh ini juga cukup tinggi. Ada 95 angka kematian karena Covid-19. Dan didominasi oleh pasien yang memiliki penyakit penyerta.
“Ini yang kadang menyulitkan kami untuk pengobatan. Dari segi usia, pasien yang menunggal rata-rata di atas 50 tahun,” ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inggris terancam resesi 2027 jika Selat Hormuz tertutup. Inflasi bisa tembus 6,4%, pertumbuhan minus 0,2%. Simak skenario lengkap EY.
WNI berusia 25 tahun ditahan di KLIA Malaysia setelah mengamuk akibat penerbangan tertunda lima jam dan mengancam staf maskapai.
Brain fog membuat sulit fokus dan mudah lupa. Kenali gejala, penyebab, serta cara mengatasinya agar produktivitas tetap terjaga.
Donald Trump mengunggah gambar AI dirinya sebagai Elvis Presley. Unggahan itu memicu kritik dari penggemar musik dan warganet.
Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam di Grup A Piala AFF 2026. Meski unggul penguasaan bola, Garuda kalah efektif dan peluang ke semifinal makin berat.
Pasar saham AS bergejolak setelah laporan emiten teknologi dan sinyal The Fed. Microsoft melonjak, Apple dan Meta justru tertekan.