Semalam, Guguran Lava Pijar Meluncur 6 Kali dari Puncak Merapi

Guguran lava pijar teramati dari kamera CCTV. - twitter @BPPTKG.
06 Januari 2021 09:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak enam kali dalam semalam pada periode pengamatan Selasa (5/1/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB dan Rabu (6/1/2021) pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Jarak luncur itu dilaporkan dengan jauh sekitar 400 meter mengarah ke barat daya.

Berdasarkan laporan periode Selasa (5/1/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB guguran lava pijar terjadi empat kali dengan intensitas kecil mengarah ke Kali Krasak berjarak luncur 400 meter. Guguran lava pijar itu teramati dari kamera CCTV pada pukul 18.47 WIB dan 19.11 WIB dari Pos Babadan. Kemudian lava pijar kembali meluncur terpantau dari CCTV Pos Kaliurang pada pukul 22.37 WIB dan 23.00 WIB. Dengan demikian pada periode pengamatan ini terjadi empat kali guguran lava pijar.  

BACA JUGA : Lava Pijar Sudah Muncul, Pemdes Glagharjo Instruksikan

“Aktivitas guguran di Gunung Merapi terpantau masih tinggi. Pada hari Selasa [5/1/2021] periode pukul 18.00 hingga 24.00 WIB tercatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 3-41 mm dan durasi 11-127 detik. Jarak luncur guguran diperkirakan maksimal 500 meter ke arah barat daya. Guguran Lava pijar empat dengan kali intensitas kecil arah kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 400 meter,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya Rabu (6/1/2021) pagi.

BACA JUGA : Muncul Sinar Saat Terjadi Guguran di Gunung Merapi

Sedangkan pada periode pengamatan Rabu (6/1/2021) antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB dilaporkan terjadi guguran lava pijar sebanyak dua kali dengan intensitas kecil. Muntahan lava pijar itu mengarah ke Kali Krasak dengan jarak 400 meter. Adapun suara guguran juga dilaporkan terjadi sebanyak dua kali dengan intensitas sedang, terpantau dari Pos Babadan.

“Guguran lava pijar dua kali intensitas kecil arah kali Krasak jarak 400 meter. Suara guguran dua kali intensitas sedang dari Babadan,” kata Hanik.

Dengan demikian dalam semalam terjadi guguran lava pijar enam kali terdiri atas periode pengamatan Selasa (5/1/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB terjadi empat kali dan periode Rabu (6/1/2021) antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB terjadi dua kali.

Seiring terjadinya peningkatan aktivitas ini Gunung Merapi tetap berada dalam status Siaga (level III). BPPTKG merekomendasikan prakiraan daerah bahaya meliputi Sleman yang berada di Kecamatan Cangkringan terdiri atas  Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).

BACA JUGA : Merapi Dinyatakan Masuki Fase Erupsi 2021 

Sedangkan untuk Provinsi Jawa Tengah, daerah bahaya di Kabupaten Magelang meliputi Kecamatan Dukun yaitu Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono) dan Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2).

Kemudian Boyolali berada di Kecamatan Selo, meliputi Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi). Khusus Kabupaten Klaten berada di Kecamatan Kemalang terdiri atas Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles) dan Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang).