Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman - Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau tinggi selama periode 20–26 Maret 2026. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat ratusan guguran lava terjadi dalam sepekan terakhir.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, mengungkapkan guguran lava paling banyak mengarah ke hulu Kali Krasak sebanyak 79 kali dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter. Selain itu, tercatat 9 kali ke arah Kali Bebeng sejauh 1.800 meter dan 64 kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak hingga 2.000 meter.
Dari sisi morfologi, terjadi perubahan kecil pada kubah lava di sektor barat daya akibat aktivitas guguran. Sementara itu, Kubah Tengah tidak menunjukkan perubahan signifikan.
“Dari aspek perubahan morfologi, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk Kubah Tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi,” terang Agus, Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan analisis foto udara per 16 Maret 2026, volume Kubah Barat Daya tercatat mencapai 4.020.600 meter kubik, sedangkan Kubah Tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.
Aktivitas kegempaan juga meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Dalam periode pengamatan, terekam 19 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 626 gempa Fase Banyak (MP), 1.024 gempa Guguran (RF), 1 gempa Low Frequency (LF), dan 8 gempa Tektonik (TT).
Selain itu, hujan sempat mengguyur kawasan Merapi dengan intensitas tertinggi pada 26 Maret 2026 di Pos Kaliurang sebesar 31,18 mm/jam selama 23 menit. Meski demikian, tidak ada laporan penambahan aliran lahar di sungai-sungai berhulu Merapi.
“Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujar Agus.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas Merapi masih didominasi erupsi efusif dengan status tetap pada level “Siaga”.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” jelasnya.
BPPTKG mengingatkan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan hingga barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.
Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.