Sosiolog UGM Soroti Kasus Bom Rakitan Sekolah, Jadi Alarm Pendidikan
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Ilustrasi perampokan dan perampasan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Aksi begal bersenjata tajam di Pakem, Sleman, menimpa seorang pekerja berinisial J (51) saat hendak berangkat kerja pada Rabu (5/8/2026) dini hari. Korban yang melintas di Jalan Balong–Degolan, Dusun Kembangan, Kalurahan Candibinangun, Pakem, dipepet dua pelaku sebelum sepeda motor, ponsel, dan dompetnya dirampas.
Peristiwa tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial melalui unggahan yang menyebut seorang pekerja menjadi korban pembegalan saat menuju tempat kerja sekitar pukul 03.56 WIB. Dalam narasi yang beredar, pelaku membawa kabur Honda Astrea Star beserta sejumlah barang berharga milik korban.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan dugaan tindak pencurian dengan kekerasan tersebut.
Menurut Argo, kejadian berlangsung di Jalan Balong–Degolan, Dusun Kembangan, Candibinangun, Pakem, Sleman, sekitar pukul 04.00 WIB, dengan korban seorang warga Purwobinangun, Pakem, Sleman berinisial J (51).
Korban saat itu sedang menuju tempat kerjanya ketika dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matik menghampiri dari belakang.
Korban Dipepet, Motor Ditendang
Argo menjelaskan kedua pelaku lebih dahulu memepet kendaraan korban sebelum melakukan aksinya.
"Saat hendak berangkat kerja dipepet dua pelaku berboncengan sepeda motor matik. Pelaku menendang kendaraan korban dan mengancam menggunakan senjata tajam," ungkap Argo pada Rabu (5/8/2026).
Setelah korban berada dalam kondisi tidak berdaya, kedua pelaku merampas barang-barang berharga miliknya.
Dalam aksi tersebut, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban beserta ponsel dan dompet yang berisi kartu identitas serta kartu ATM.
"Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Honda Astrea Star/C86 warna hitam, HP, serta dompet berisi kartu identitas dan ATM. Kerugian ditaksir sekitar Rp4,5 juta," tandasnya.
Sebelumnya, informasi yang beredar di media sosial juga menyebut lokasi kejadian berada di sekitar jalan sebelah timur garmen, dekat kawasan Waterboom Candibinangun. Dalam unggahan tersebut dijelaskan korban dihadang saat melintas dan kehilangan sepeda motor, telepon seluler, serta dompet berisi uang tunai.
Kasus pencurian dengan kekerasan tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Pakem. Hingga kini, identitas maupun keberadaan pelaku masih dalam penyelidikan.
Terkait senjata tajam yang digunakan saat mengancam korban, kepolisian belum dapat memastikan jenisnya.
"Belum spesifik [jenis senjata tajamnya], masih penyelidikan," kata Argo.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas pada dini hari agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari jalur yang sepi apabila memungkinkan, serta segera melapor kepada kepolisian apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kejahatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Artis sinetron Sali Irsalina melaporkan dugaan penganiayaan oleh kekasihnya ke Polres Metro Jakarta Selatan. Kasus masih diselidiki.
Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan penyelundupan lima Harley-Davidson bekas dan 20 rangka motor bekas asal China.
Korlantas Polri menerapkan face recognition pada ETLE untuk mengidentifikasi pelanggar meski memakai pelat nomor palsu atau tanpa TNKB.
Hujan deras memicu banjir di Provinsi Shaanxi, China. Sebanyak 115.756 warga dievakuasi, sementara ancaman longsor dan cuaca ekstrem masih berlanjut.
Seorang pekerja menjadi korban begal bersenjata tajam di Pakem, Sleman. Pelaku membawa kabur motor, ponsel, dan dompet korban.