Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak tiga dokter dan dua perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wates terinfeksi Covid-19. Akibatnya, layanan IGD ditutup untuk sementara waktu. Penutupan berlaku selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu (8-10/1/2021). Selama penutupan, ruang IGD disterilisasi dan kontak erat dari kasus positif dilakukan swab test.
"Selama penutupan ini layanan gawat darurat dialihkan ke RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, Jumat.
Baning mengatakan munculnya kasus tersebut berawal dari salah satu dokter yang menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19. Saat dilakukan swab test hasilnya positif. "Kemudian dilakukan tracing, dan hasilnya ada dua dokter dan perawat dari ruangan yang sama [IGD] yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.
Gugus tugas masih menyelidiki penyebab kasus pertama itu terinfeksi virus. Dugaan sementara dokter itu tertular saat menangani pasien Covid-19. "Mengingat ini layanan di IGD, jadi ada dugaan yang bersangkutan tertular pasien positif yang ditanganinya," ucap Baning.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Harga tiket Piala Dunia 2026 mulai turun di pasar resale setelah penjualan melambat dan kursi stadion belum penuh.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel pertama yang menghadirkan fitur Gemini Intelligence dari Google.
Persebaya diingatkan Bernardo Tavares agar tidak meremehkan Semen Padang meski lawan sudah degradasi ke Liga 2.
Primbon Jawa menyebut weton Jumat Pahing memiliki aura pemimpin, rezeki baik, dan karakter mudah disukai banyak orang.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.