Prediksi Jepang vs Swedia Piala Dunia 2026, Samurai Unggul
Jepang lebih diunggulkan lawan Swedia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor dan susunan pemain lengkap.
Dokter Tirta menjalani pemberian vaksin di Puskesmas Ngemplak II Sleman, Kamis (14/1/2021).-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Proses pemberian vaksinasi untuk SDM Kesehatan di Sleman terus dilakukan. Hingga kini, tercatat 2.384 SDM Kesehatan di Sleman yang sudah menerima vaksin.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman Atikah Nurhesti menjelaskan dari 12.342 dosis vaksin yang dialokasikan Kementerian Kesehatan untuk SDM Kesehatan di Sleman, Dinkes baru menerima 10.000 dosis vaksin pada 13 Januari lalu. Sejak kick off vaksinasi dilaksanakan pada 14 Januari lalu, hingga kini sudah tercatat sebanyak 2.384 SDM Kesehatan yang menerima vaksin.
Jumlah sasaran yang divaksin per tanggal 19 Januari, kata Atika, sebanyak 2.896 SDM Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan baik di Puskesmas maupun rumah sakit. "Hingga kini jumlah SDM Kesehatan yang mendapatkan vaksin sebanyak 2.384 orang. Untuk tingkat nasional, capaian Sleman masuk 10 besar," ujar Atika, Minggu (23/1/2021).
Baca juga: Empat Wilayah di Soloraya Masih Zona Merah Covid-19
Menurut Atika, seluruh logistik vaksin yang didistribusikan Dinkes Sleman ke Faskes penerima vaksin diberikan sesuai dengan jumlah sasaran. "Data tersebut masih bersifat sementara dan kami terus lakukan updating data. Ini kami lakukan sehingga seluruh sasaran SDM Kesehatan bisa mendapatkan vaksin," katanya.
Sekadar diketahui, Dinkes mengajukan sekitar 14.484 SDM Kesehatan ke pusat untuk data penerima vaksin di 52 Faskes terdiri dari 25 Puskesmas, 24 rumah sakit dan 3 klinik di Sleman. Namun yang terdaftar dalam data Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) baru sebanyak 12.342 orang. Data tersebut terus diupdate oleh Dinkes.
Dinkes juga terus berkomunikasi dengan Faskes terkait pendataan SDM Kesehatan yang masih terkendala masalah pendaftaran. "Kami tekankan sekali lagi, updating data distribusi dan penerima vaksin terus kami lakukan. Kami minitoring terus sambil berkoordinasi dengan propinsi dan pusat," katanya.
Baca juga: Di Bantul, Ratusan Tempat Usaha Langgar Prokes & Puluhan Ditutup Paksa
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menjelaskan pemberian vaksin Covid-19 untuk putaran kedua masih menunggu pengiriman dari Pusat. Selain untuk SDM Kesehatan yang belum menerima vaksinasi pada putaran pertama, stok vaksin kedua ini akan diberikan kepada penerima vaksin putaran pertama untuk kali kedua.
"Kami masih menunggu kapan pemberian vaksin putaran kedua dilakukan. Sebab pemberian vaksin ini akan efektif dilakukan setelah dua kali diterima. Kalau hanya sekali, perlindungan vaksin tidak akan optimal," katanya.
Dijelaskan Joko, pemberian vaksin kedua dilakukan minimal setelah dua minggu dari pemberian vaksin pertama. Jika dihitung pemberian vaksina pertama sejak 14 Januari lalu, maka pemerian vaksin kedua dapat dilakukan mulai 28 Januari mendatang. Jika setelah dua minggu tidak disuntik vaksil lagi untuk booster, dia khawatir kemampuan antibodi yang sudah terbentuk akan menurun.
"Namun sampai saat ini, kami belum menerima jatah vaksin untuk putaran kedua. Ya mudah-mudahan bisa datang awal Februari," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang lebih diunggulkan lawan Swedia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor dan susunan pemain lengkap.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Sabtu 27 Juni 2026 lengkap, pilihan transportasi cepat, hemat, dan bebas macet.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 27 Juni 2026, Sleman dan Kulonprogo hujan ringan, wilayah lain berawan hingga cerah berawan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 27 Juni 2026 lengkap, tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel dari pagi hingga malam.
Jadwal KRL Solo–Jogja Sabtu 27 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif tetap Rp8.000, praktis dan tepat waktu.
Harga Biosolar B50 harus kompetitif agar diminati. Pemerintah targetkan hentikan impor solar mulai Juli 2026.