Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk menambah ketersediaan ruang perawatan khusus pasien Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman akan menyiapkan rumah sakit lapangan khusus di wilayah Moyudan. Operasional rumah sakit ini masih menunggu persetujuan anggaran.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan rumah sakit lapangan tersebut akan menempati sebuah klinik swasta yang sudah berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19. Klinik tersebut akam disewa oleh Pemkab untuk melayani pasien Covid-19 khusus persalinan. Rencananya ada 20 bed yang disiapkan.
"Ya nanti bisa separo untuk ibu melahirkan dan sisanya untuk pasien Covid-19 lainnya. Tapi diutamakan bagi persalinan pasien Covid-19," kata Joko, Selasa (26/1/2021).
Rencana pendirian rumah sakit ini, kata Joko, berawal dari banyaknya kasus persalinan dengan Covid-19. Selain itu, RS lapangan ini didirikan di wilayah Sleman barat, untuk mengimbangi fasilitas persalinan Covid-19 di Sleman Tengah dan Timur. "Di Sleman Tengah dan Timur sudah ada Faskes dengan persalinan Covid-19. Yakni di Puskesmas Nyaen dan Berbah. Masing-masing berkapasitas 10 bed," katanya.
Terkendala Sistem
Dijelaskan Joko, seluruh persiapan untuk operasional rumah sakit lapangan itu terus dilakukan. Anggaran pengadaan rumah sakit lapangan ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp4,5 miliar. Rinciannya, Rp 1 miliar untuk biaya renovasi dan Rp3,5 miliar untuk belanja operasional dalam enam bulan pertama. Dana tersebut akan diambil dari pos anggaran belanja tak terduga.
"Semua sudah disiapkan, tinggal dananya. Hanya saja kami terhambat di sistem informasi pengelolaan keuangan daerah, belum ada untuk cantolan rekeningnya," ungkap Joko.
Dari segi bangunan, kata Joko, bekas klinik tersebut masih memadai. Hanya saja, beberapa bagian perlu diperbaiki dan peralatan yang ada perlu diperbarui. Untuk tenaga SDM, Joko optimis bisa terpenuhi. Sebab SDM di rumah sakit ini juga akan didukung oleh kalangan relawan.
"Kalau berkaca dari pengalaman membuka shelter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, banyak yang tertarik mendaftar sebagai relawan. Mereka yang tidak masuk dalam seleksi kemarin akan kami hubungi lagi," katanya.
Rumah sakit lapangan tersebut akan beroperasi selama masa tanggap darurat Covid-19. Bila pandemi dinyatakan sudah berakhir, klinik akan dikembalikan kepada pemilik swasta sementara investasi aset barang akan ditarik kembali oleh Pemkab. "Paling tidak, pihak swasta sudah diuntungkan karena sarana menjadi layak lagi dan pasarnya terbentuk lagi," ujar Joko.
Joko mengatakan, semula operasional rumah sakit lapangan tersebut dijadwal pada 1 Februari mendatang. Dikarenakan masih terkendala sistem informasi pengelolaan keuangan yang baru, rencana tersebut diundur. "Kami target ulang, ya sebelum pelantikan Bupati baru," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.