Marquez Belum Podium di MotoGP 2026, Pedrosa Buka Suara
Dani Pedrosa mengungkap penyebab Marc Marquez terpuruk di MotoGP 2026 akibat cedera bahu, mental, dan masalah motor Ducati.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, BANTUL - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul melaporkan jika pandemi Covid-19 rupanya tidak membuat kasus narkotika di wilayahnya turun. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah kasus narkotika yang ditangani oleh lembaga ini.
Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah mengatakan selama 2020 pihaknya telah melakukan dua kali penangkapan dengan jumlah tersangka mencapai 3 orang. Jumlah ini melebihi dari target dan hasil tankapan BNNK pada 2019 lalu.
BACA JUGA : Selama Pandemi Covid-19, Tempat-Tempat Ini Dipakai Giting
“Di 2019 ada satu kasus yang berhasil kami tangani. Di 2020 target kami hanya satu kasus, tapi berhasil menyelesaikan 2 kasus dengan 3 tersangka. Artinya memang, pandemi tidak membuat peredaran narkoba mengalami penurunan,” kata Arfin, Senin (1/2/2021).
Selain jumlah kasus yang meningkat, Kasubag Umum BNNK Bantul, Budi Suryono menambahkan, pihaknya juga mencatat ada peningkatan jumlah barang bukti. Di mana pada 2020 ada 120 gram sabu-sabu yang berhasil diamankan.
“Padahal pada 2019 hanya dapat 90 gram,” katanya.
Di sisi lain, Arfin mengungkapkan jika target BNNK Bantul sejatinya bukan hanya pemberantasan, namun juga pencegahan, rehabilitasi, dan assesmen terpadu.
BACA JUGA : Peredaran Sabu-Sabu Naik 119 Persen Selama Pandemi
Pada 2019 telah ada 20 orang penyalahgunaan narkoba yang berhasil direhabilitasi. Jumlah itu dalam perkembangannya meningkat menjadi 65 orang pada 2020.
“Dari jumlah itu, ada 20 orang di BNN. Padahal target kami hanya 10 orang saja,” papar Arfin.
Mereka yang direhabilitasi tersebut, masih kata Arfin, rata-rata dirawat di Klinik Rehabilitasi Pratama Abhipraya. Di mana, mereka akan mendapat konseling sebanyak delapan kali untuk pemulihannya.
“Di tempat ini dilakukan assesment. Apakah perlu dirawat inap atau dirujuk ke tempat rehabilitasi yang lebih tinggi nantinya,” terang Arfin.
BACA JUGA : BNNP DIY Waspadai Peredaran Nakorba di Tengah Pandemi
Lebih lanjut Arfin mengungkapkan, jika saat ini pihaknya terus mendorong kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Karena data dari kepolisian ada tren peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba dalam beberapa waktu terakhir.
“Maka dari itu, pencegahan ini terus kami galakkan kepada masyarakat agar tak terjerumus atau tergiur menggunakan barang tersebut," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dani Pedrosa mengungkap penyebab Marc Marquez terpuruk di MotoGP 2026 akibat cedera bahu, mental, dan masalah motor Ducati.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.