BNNP DIY Waspadai Peredaran Nakorba di Tengah Pandemi

Ilustrasi sabu-sabu. - Harian Jogja/Desi Suryanto
08 September 2020 14:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pandemi covid-19 telah dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk kepentingan negatif, seperti penyelundupan narkoba. Kendati belum terjadi di DIY, BNNP DIY mewaspadai dan memperketat pengawasan agar tidak terjadi hal serupa.

Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Nanang Hadiyanto, menjelaskan pemanfaatan pandemi untuk penyelundupan narkoba telah terjadi di beberapa wilayah, salah satunya Jakarta. Kasus yang terjadi pada Juli lalu ini, bandar menyelundupkan 71 Kg sabu dalam paket sembako.

BACA JUGA : Polresta Jogja: Sejak Januari, Narkoba Jadi Kasus Tertinggi

Menurutnya, kasus serupa memang sampai saat ini belum terjadi di DIY. kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai hal ini karena jika di daerah lain terjadi dan lolos, akan berdampak ke DIY.

“Kan sembako lebih lancar, mereka memanfaatkan itu. Kami sedang mendalami itu di sini apakah ada,” ungkapnya, Selasa (8/9/2020).

Ia menuturkan saat ini terdapat setidaknya 76 narkotika jenis baru yang belum dimasukkan dalam Permenkes No. 5/2020 tentang Penggolongn Narkotika. Narkotika jenis baru ini perlu diwaspadai pula apakah sudah masuk DIY.

BACA JUGA : Ada Pandemi Corona, Begini Perkembangan Kasus Narkoba 

Segmen pengguna narkotika akta dia, didominasi oleh usia produktif, dimana kebanyakan merupakan pelajar atau mahasiswa sebagai pengguna pemula. Dengan mulai berlangsungnya perkuliahan, meski belum 100%, ia berpesan kepada mahasiswa agar tidak sembarangan dalam pergaulan dan menjaga pola hidup sehat.

Dengan beroperasionalnya kembali Yogyakarta International Airport (YIA) menurutnya juga perlu menjadi kewaspadaan karena bisa menjadi celah masuknya narkotika. Untuk itu pihaknya telah melakukan maping ke semua tempat rawan.

“Kerja sama dengan instansi terkait, semisal otoritas bandara. Dimana lubang tikusnya, kita tunggu di situ,” ungkapnya.