Warga Keparakan Olah Limbah Dapur Jadi Deterjen Ramah Lingkungan
Warga Keparakan dilatih mengolah limbah dapur menjadi deterjen ecoenzym ramah lingkungan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.
Situasi arus mudik di Terminal Giwangan, pada Minggu (15/3/2026) siang. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Arus mudik Lebaran 2026 melalui Terminal Giwangan, Kota Jogja, mulai mengalami peningkatan pada akhir pekan ini. Pergerakan kendaraan dan penumpang di terminal terbesar di DIY tersebut tercatat naik sekitar 15 persen dibandingkan hari biasa.
Pantauan Harian Jogja pada Minggu (15/3/2026) siang menunjukkan aktivitas bus antarkota antarprovinsi (AKAP) semakin padat. Sejumlah armada bus terlihat silih berganti masuk dan keluar dari area terminal, sementara calon penumpang tampak memadati sejumlah titik keberangkatan.
Kepala UPT Terminal Giwangan, Sigit Saryanto, mengatakan peningkatan arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat sejak akhir pekan ini. Pada Sabtu (14/3/2026), ribuan penumpang tercatat melakukan perjalanan dari maupun menuju terminal tersebut.
“Sudah ada peningkatan volume kendaraan dibanding hari biasa di angka 15 persen. Data terakhir hari Sabtu kemarin terdapat 8.958 penumpang berangkat dari Giwangan, kemudian ada 8.694 penumpang yang datang di Terminal Giwangan,” ujarnya, Minggu (15/3).
Ia menjelaskan, tujuan perjalanan pemudik dari Jogja masih didominasi wilayah Jabodetabek. Selain itu, rute menuju sejumlah kota di Pulau Sumatra juga mulai mengalami peningkatan jumlah penumpang.
“Kalau tujuan paling banyak dari Jogja masih didominasi rute ke arah Jabodetabek, kemudian kota-kota di Sumatra seperti Medan, Lampung, Palembang. Kebetulan kan mahasiswa sudah banyak yang libur, jadi arah Sumatra jadi cukup meningkat,” katanya.
Menurut Sigit, arus mudik tahun ini diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang puncak. Gelombang pertama berlangsung pada akhir pekan ini, sedangkan puncak kedua diprediksi terjadi pada pekan berikutnya yang bertepatan dengan periode cuti bersama Lebaran.
Terminal Giwangan juga memproyeksikan jumlah penumpang mudik Lebaran 2026 akan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode 2023 hingga 2025. Salah satu indikatornya adalah semakin banyak masyarakat yang kembali menggunakan terminal resmi sebagai titik keberangkatan bus.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pengelola terminal telah menambah kapasitas ruang tunggu serta memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait selama periode mudik Lebaran.
Berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan guna meningkatkan kenyamanan pemudik, mulai dari layanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, ruang laktasi bagi ibu menyusui, hingga area bermain anak.
“Kita sediakan sarana pendukung untuk kesehatan, cek kesehatan, tes kesehatan. Kemudian kita juga menyediakan ruang laktasi untuk ibu-ibu, dan untuk anak-anak kita ada playground atau ruang bermain,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu pemudik tujuan Serang, Banten, Krisna Septian, mengaku memilih bus sebagai moda transportasi untuk pulang kampung dari Jogja karena dinilai lebih praktis dan ekonomis.
“Kebetulan kerjaan saya di kampus sudah selesai, jadi mudik sekarang. Alasan pakai bus karena langsung ke kota tujuan, kalau kereta kayaknya harus ganti kereta dulu di Jakarta. Dan bus juga lebih murah dari kereta,” kata Krisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Keparakan dilatih mengolah limbah dapur menjadi deterjen ecoenzym ramah lingkungan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.
Oliver Tree meninggal dunia pada usia 32 tahun setelah menjadi korban tabrakan dua helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, yang menewaskan enam orang.
Yasin Ayari memilih tidak merayakan gol pertamanya ke gawang Tunisia pada Piala Dunia 2026. Ternyata alasannya terkait sejarah keluarganya.
TN Gunung Merbabu mengoperasikan shelter darurat berbasis teknologi di Jalur Suwanting untuk mendukung keselamatan pendaki dan program Zero Accident.
Rangkaian agenda ini dipusatkan secara bergiliran pada satu desa di tiap wilayah kecamatan, menjadikannya ajang komunikasi langsung yang menjangkau akar rumput.
Polres Bantul menangkap empat tersangka kasus peredaran psikotropika dan menyita 118 tablet berbagai jenis dalam operasi di Pandak dan Sewon