Polresta Jogja: Sejak Januari, Narkoba Jadi Kasus Tertinggi

Ilustrasi. - Reuters
30 Mei 2020 06:57 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, kasus peredaran narkoba ternyata tidak terhenti. Bahkan, Polresta Jogja mencatat kasus narkoba cukup tinggi dari kasus lainnya terhitung sejak bulan Januari hingga April 2020. Sedangkan data bulan Mei, belum dilakukan pelaporan.

"Paling tinggi kasus narkoba sejak Januari sampai April sebanyal 37 kasus," kata Kabag Humas Polresta Jogja, AKP Sartono kepada Harian Jogja, Jumat (29/5).

Sartono mengungkapkan selain kasus penyelahgunaan narkoba, Porlesta Jogja juga menyoroti kasus lainnya yang cukup mendominasi saat masa pandemi berlangsung yakni kasus penipuan yang berjumlah 30 kasus. Sedangakan diposisi ketiga tingkat krilinalitas lainnya yakni aksi pencurian kendaraan bermotor yang berjumlah 28 kasus.

"Selain narkoba ada kasus penipuan sebanyak 30 kasus dan curanmor 28 kasus," paparnya.

Data per bulannya, aksi kriminalitas untuk bulan Januari berjumlah 59 kasus, bulan Februari 56 kasus, bulan Maret 53 kasus, dan bulan April sebanyak 31 kasus. Dari data tersebut, Sartono mengungkapkan ada tren penurunan sejak memasuki masa pandemi dan bulan suci Ramadhan.

Namun, dari data itu, selama masa pandemi Covid-19, kasus kejahatan yang terjadi di Kota Jogja terpantau menurun. "Untuk selama pandemi Covid-19 kasus kejahatan di Porlesta Jogja cenderung menurun," pungkasnya.

Ia mengungkapkan selama masa pandemi ini, patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) terus digalakkan dengan gabungan Polsek. Saat patroli, tak segan-segan anggota akan melakukan pembubaran jika ditemukan ada kelompok masyarakat yang membuat kerumunan.

"Ya akan dibubarkan sesuai maklumat Kapolri dan jika ada ditemukan pidana akan diproses," paparnya.

(Muhammad Nadhir Attamimi)