Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat di daerah ini mewaspadai cuaca ekstrem pada puncak musim hujan yang masih berlangsung selama Februari 2021.
"Mengingat Februari ini masih masuk kategori puncak musim hujan, diharapkan masyarakat mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor seperti di dekat bantaran sungai diminta mewaspadai potensi bencana ini.
"Waspada pula terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh," kata dia.
BACA JUGA: Ancam Pakai Senjata, Pencuri Tabung Gas Dihakimi Warga Kretek
Selama puncak musim hujan sejak Januari 2021, kata Etik, jumlah curah hujan bulanan di DIY mencapai di atas 300 milimeter (mm) per bulan.
Selain itu, sambung Etik, potensi cuaca ekstrem juga cenderung meningkat, seperti curah hujan kategori lebat hingga sangat lebat.
Ia mengatakan dari faktor-faktor pengendali iklim di wilayah Indonesia, saat ini yang sedang aktif berpengaruh adalah Monsoon Asia.
Menurut dia, Daerah Konvergensi Antar Tropis (ITCZ) memperlihatkan anomali yang mengarah pada penguatan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk DIY.
Berdasarkan hasil pengamatan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil, kata dia, juga ikut berkontribusi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.
"Fenomena La Nina saat ini juga masih aktif yang diprediksi mengarah ke kondisi normal pada Mei 2021," kata Etik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.
BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima MBG dalam pemutakhiran data. Mayoritas merupakan sekolah swasta dan mandiri.
Royal Ambarrukmo Yogyakarta kembali menghadirkan Ambarrukmo Atisomya – Patehan, The Royal High Tea Ceremony, dalam rangkaian acara menuju ulang tahunnya ke-15
BMKG mengingatkan potensi hujan petir di Padang dan hujan di sejumlah wilayah barat Indonesia pada Jumat, termasuk prakiraan cuaca DIY.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.