RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Pria berinisial SUK, warga Dusun Punduhan, Kalurahan Tirtomulyo, Kapanewon Kretek, Bantul dihakimi warga setelah tertangkap basah mencuri tabung gas dan ayam milik tetangganya sendiri pada Sabtu (30/1/2021) lalu.
Kanit Reskrim Polsek Kretek, Iptu Jumadi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu tersangka masuk rumah warga yang tidak dikunci, kemudian keluar membawa tabung gas dan ayam. Aksi tersebut diketahui warga yang kemudian langsung mengintrogasinya.
BACA JUGA: Terpukul Pandemi, Hotel di Bantul Bangkrut, Ratusan Restoran Terancam Gulung Tikar
Namun upaya warga mengintrogasi tersangka mendapat perlawanan, bahkan tersangka juga mengeluarkan senjata tajam. Mengetahui hal tersebut, warga beramai-ramai menangkap tersangka dan menghakiminya. Tersangka langsung diamankan polisi setelah polisi mendapatkan laporan dari warga.
"Saat ini tersangka sudah ditahan di Polsek Kretek dengan barang bukti tabung gas, seekor ayam, sepeda motor yang digunakan tersangka untuk melakukan aksinya dan bendo [golok]," kata Jumadi.
Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian juncto Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksi melemah di Rp17.540-Rp17.590. Simak sentimen global dan domestiknya.
Perbasi Kulonprogo menggelar Binangun Basketball Championship 2026 untuk membina atlet muda sekaligus mengalihkan pelajar dari kecanduan gadget.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.