Terpukul Pandemi, Hotel di Bantul Bangkrut, Ratusan Restoran Terancam Gulung Tikar

Ilustrasi - Freepik
04 Februari 2021 12:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pandemi Covid-19 memukul telak usaha makanan dan hotel di Bantul. Bahkan, satu hotel berbintang dua berbentuk guest house di kawasan Panggungharjo, Sewon, menyatakan diri bangkrut dan saat ini tengah menjual asetnya.

“Sejauh ini ada satu guest house yang sudah mati. Bahkan sudah ditawarkan untuk dijual,” kata Ketua PHRI Bantul Nurman Asmuni, Kamis (4/2).

BACA JUGA: Dampak Hujan Deras, Belasan Rumah di Kulonprogo Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Sementara sisanya, yakni sekitar 154 hotel di Bantul saat ini sedang berjuang agar tidak bangkrut.

Selain hotel, pemilik Numani Resto ini menyatakan saat ini 260 restoran di Bantul dalam kondisi antara hidup dan mati.

Mereka berjuang agar tidak bangkrut di tengah penerapan Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM).

“Oleh karena itu kami berharap agar pemerintah tidak diam saja. Kami butuh insentif dan relaksasi. Mengingat biaya operasional yang dikeluarkan selama ini cukup tinggi,” ucap Nurman.

BACA JUGA: Hujan Disertai Angin Kencang Tumbangkan Puluhan Pohon & Lukai 4 Warga di Bantul

Wakil Manajer Restoran Numani Rohani mengatakan selama penerapan PTKM, omzet penjualan di tempat tersebut turun drastis yakni mencapai 100 persen. Sebab, tidak ada tamu yang datang. 

“Kami berharap agar pemerintah mau mengubah aturan dengan memperketat protokol kesehatan saja tanpa adanya tes antigen buat wisata dan PTKM,” harapnya.

Selain hotel dan restoran, dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan sektor lainnya.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Disnakertrans) Bantul mencatat selama 2020 kurang dari 40 kasus perselisihan hubungan industrial. Dari jumlah tersebut, jumlah pekerja yang terdampak paling besar adalah pekerja PT Kharisma Eksport.

“Paling banyak memang yang Kharisma itu,” kata Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti.