OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, JOGJA– Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di kamar sebuah toko ban di Jalan Gejayan, Kampung Klitren, Kalurahan Demangan, Kemantren Gondokuman, Jogja. Penyebab kematian diduga karena penyakit asma.
Kepada awak media, Kepala Bagian Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharjo mengatakan, penemuan mayat itu terjadi pada Rabu (17/2/2021) sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah mendapat laporan itu, jajaran kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna pemeriksaan dan evakuasi.
Berdasarkan olah TKP, diketahui mayat laki-laki itu bernama Watam Harjo Suwito, seorang buruh asal Sendang RT 006 RW 003, Ngerangan, Bayat, Klaten. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi tertidur miring.
Timbul juga menyebut, tak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang ditemukan pada jasad Watam. Menurut pemeriksaan awal, penyebab kematian Watam diduga karena penyakit asma.
“Setelah dilakukan pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda tanda penganiyaan serta diduga mempunyai penyakit asma dan ditemukan berbagai macam obat asma di sekitar TKP,” ujar Timbul, Kamis (18/2/2021).
Selain menemukan obat-obatan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam merk Samsung dan uang tunai sebesar Rp104.000. Saat ini, mayat tersebut sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.