Porsche Pangkas 9.000 Karyawan hingga 2035, China Jadi Biang Kerok
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Munculnya klaster Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) di lingkungan Pemkab Bantul membuat Dinkes setempat bekerja keras dengan melakukan tracing terhadap mereka yang berkontak erat.
Terbaru, Rabu (24/2/2021) pagi, Dinkes Bantul bekerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta menggelar tes swab PCR di halaman kantor Dinkes Bantul.
"Hari ini sebanyak 170 dari target 300 orang dites. 170 orang ini yang terdaftar awal, jumlah itu bisa terus meningkat. Karena targetnya 300 orang dan hari ini juga hasil akan keluar," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso.
Baca juga: Posko PPKM Mikro Tak Rutin Dijaga
Lebih lanjut Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, sebelumnya telah menggelar tes swab PCR, dan hasilnya ada 9 pegawai di BKAD Bantul positif Covid-19.
Agar tidak terjadi penularan masif, maka Dinkes menggelar tes swab kepada seluruh ASN di Pemkab Bantul.
"Jadi 170 yang terdaftar awal tadi tidak hanya dari BKAD. Banyak yang berasal dari OPD lainnya," lanjut Oki.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budiraharja mengungkapkan sengaja bekerja sama dengan BBTKLPP.
Sebab, Dinkes ingin segera mendapatkan hasil dari tracing atas adanya klaster BKAD. Selain itu, dengan menggunakan mobil laboratorium bergerak survailance milik BBTKLPP, maka proses tracing dan testing bisa dilakukan dengan waktu singkat.
"Dengan mobil dari BBTKLPP bisa mencapai 100 spesimen sekali periksa, sementara jika menggunakan mobil PCR kira hanya mampu 50. Rencananya, pelibatan BBTKLPP tidak hanya untuk kali ini saja, tapi untuk kasus penularan besar lainnya," ungkap Agus.
Baca juga: Sasar Pasangan Usia Subur, Kota Jogja Luncurkan KB Bergerak
Kepala BBTKLPP Yogyakarta Irene mengungkapkan mobil laboratorium bergerak survailance baru kali pertama digunakan, Rabu (24/2/2021). Di mana, nantinya akan ada 300 spesimen yang diperiksa, dan terbagi dalam 3 kali pengetesan.
"Nantinya mobil ini akan melayani untuk area DIY-Jateng. Fungsi dari mobil ini sejatinya adalah mempercepat tracing dan kontak erat. Sekaligus memutus rantai penularan," ucap Irene.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.
Polresta Jogja menahan tiga dari lima tersangka baru kasus dugaan kekerasan di Little Aresha Daycare. Satu tersangka tidak ditahan karena memiliki bayi.
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
GoPay mengalami gangguan pada Selasa siang. Pengguna Gojek kesulitan top up dan bertransaksi, sementara saldo dan data dipastikan tetap aman.