Posko PPKM Mikro Tak Rutin Dijaga

Spanduk untuk mematuhi protokol kesehatan yang terpasang di wilayah Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Minggu (18/10/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
24 Februari 2021 07:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Posko Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kulonprogo dinilai belum berjalan efektif. Khususnya, posko PPKM mikro yang berada di zona hijau. Upaya pemantauan protokol pencegahan penularan Covid-19 belum berjalan maksimal.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan jika 88 posko PPKM mikro memang sudah dibentuk di kabupaten Kulonprogo seiring dengan penerapan PPKM berbasis mikro. Namun, dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan maksimal.

BACA JUGA : Ikuti Instruksi Pusat, Pemda DIY Perpanjang PPKM Mikro

"Kalau dari laporan yang saya terima, 88 posko memang sudah dibentuk semua, walaupun yang zona hijau ini memang belum ada tindakan yang serius. Artinya, posko tidak rutin dijaga. Karena zona itu hijau. Secara ketugasan harus mantau terus. Karena kita sifatnya antisipasi," ujar Fajar saat dikonfirmasi pada Selasa (23/2/2021).

Posko PPKM mikro yang berada di zona hijau diharapkan Fajar tetap melaksanakan pantauan protokol pencegahan penularan Covid-19 di wilayahnya secara 24 jam. Upaya mitigasi diharapkan dengan serius dilakukan oleh petugas yang berada di tiap posko.

"Memang tugasnya belum optimal. Kami juga ikut memantau kegiatan-kegiatan masyarakat. Penjagaan dilakukan 24 jam. Belum optimal di zona hijau. Mereka merasa aman dan cenderung masih menunggu. Kalau terjadi apa-apa baru bergerak. Jangan sampai menunggu ya. Karena sifatnya kan antisipasi," terangnya.

BACA JUGA : Usaha Kuliner di Sleman Masih Bandel Langgar PPKM Mikro 

Upaya pemantauan yang diharapkan untuk dilaksanakan secara 24 jam bukan tanpa alasan. Kegiatan masyarakat yang berpotensi munculnya kerumunan bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

"Jangan nunggu zonanya kuning atau orange atau merah baru bertindak ya jangan seperti itu. Walaupun zona hijau tugas posko tetap dilaksanakan. Misalnya, secara tiba-tiba ada takziah. Itu kan tidak direncanakan," sambung Fajar.

Petugas yang berada di posko PPKM mikro diharapkan mampu bertindak tegas dalam mengantisipasi terjadinya pelanggaran protokol pencegahan penularan Covid-19 di setiap kegiatan masyarakat.

"Mereka harus terjun ke situ melakukan pendampingan ke masyarakat agar warga senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Misalnya warga diminta untuk cuci tangan terlebih dahulu. Dibatasi jumlahnya tidak berkerumun. Kalau sudah berkerumun diminta pulang dan bergantian takziahnya. Nah ini tugas mereka," ujarnya.

BACA JUGA : PPKM DIY Resmi Diperpanjang, Aturan Tetap Sama

Upaya pemantauan juga dilakukan oleh Satpol-PP Kabupaten Kulonprogo di sejumlah titik di perbatasan. Upaya tersebut dilakukan agar warga Bumi Binangun yang berada di perbatasan senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kulon Progo, Sumiran, sebelumnya mengatakan Satpol-PP Kabupaten Kulonprogo sudah melakukan upaya pengawasan di wilayah perbatasan. Upaya sosialisasi kepada warga dan operasi penegakan protokol Covid-19 juga dilakukan oleh jawatannya guna meminimalisir terjadinya kasus Covid-19 di wilayah perbatasan

"Ya, kita setiap hari juga patroli di wilayah perbatasan dan terus mengedukasi masyarakat soal protokol pencegahan penularan Covid-19 dan mengingatkan agar masyarakat perbatasan selalu melakukan 3M. Patroli kami lakukan di Jalan Daendels dan padukuhan ngelak, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon," katanya.