Advertisement

Jalur Clongop Gunungkidul Longsor, Alat Berat Pemda DIY Diterjunkan

Newswire
Rabu, 04 Maret 2026 - 17:37 WIB
Sunartono
Jalur Clongop Gunungkidul Longsor, Alat Berat Pemda DIY Diterjunkan Proses pemantauan longsor di Tanjakan Clongop di Padukuhan Plasan, Watugajah, Gedangsari, Selasa (3 - 3 / 2026) malam.istimewa BPBD Gunungkidul.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat guna mengevakuasi material longsor yang menimbun Jalur Clongop, akses utama di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Langkah darurat ini diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah segera pulih setelah material tanah dan batu menutup badan jalan akibat cuaca ekstrem.

Advertisement

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, mengungkapkan bahwa proses pembersihan di lapangan melibatkan alat berat khusus seperti jack hammer untuk menghancurkan material besar.

Selain pengerahan alat dari provinsi, tim gabungan juga melakukan asesmen cepat guna memetakan risiko serta titik rawan di sekitar lokasi kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

"BPBD melakukan kerja bakti pembersihan material menggunakan jack hammer serta melakukan asesmen dan kaji cepat di lapangan," ujar Purwono dalam keterangannya di Gunungkidul, Rabu (4/3/2026).

BPBD telah menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DIY serta aparat tingkat kecamatan untuk menangani temuan rekahan tanah di bagian atas tebing Jalur Clongop yang dinilai sangat mengkhawatirkan.

Guna menjaga keselamatan para pengguna jalan, pihak kepolisian bersama relawan telah menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas di kawasan terdampak.

Kendati demikian, petugas menegaskan bahwa Jalur Clongop akan ditutup secara total apabila hujan lebat kembali mengguyur, di mana arus kendaraan bakal langsung dialihkan menuju jalur alternatif demi menghindari risiko tertimbun longsor.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, membeberkan bahwa dalam kurun waktu sepekan terakhir, kawasan tersebut sudah dihantam tanah longsor sebanyak dua kali.

Kejadian terbaru pada Selasa (3/3/2026) malam menunjukkan eskalasi bahaya yang nyata setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam.

Hasil investigasi terbaru dari tim Babinsa dan relawan menemukan adanya retakan tanah sepanjang 50 meter di puncak lokasi longsor yang kini terpantau telah mundur ke belakang sejauh 26 meter.

Kondisi pergerakan tanah yang masih aktif ini menandakan lahan masih sangat berbahaya dan berpotensi memicu longsor susulan dalam skala lebih besar, sehingga warga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka

Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka

News
| Rabu, 04 Maret 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement