Calon Tanah Pengganti di Palihan Dicoret, Warga Kecewa
7 bidang tanah calon pengganti kas Kalurahan Palihan, Kulonprogo, dicoret karena berada di bawah Sutet. Warga kecewa dan minta evaluasi.
Suasana di YIA. - dok/Anisatul Umah-Harian Jogja
KULONPROGO–Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bergerak cepat menangkap peluang ekonomi seiring mulai beroperasinya embarkasi haji di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tahun ini.
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop UKM) Kulonprogo kini tengah mematangkan penyiapan lahan strategis guna mewadahi para pelaku usaha lokal agar dapat melayani kebutuhan para pengantar jemaah haji dalam satu kawasan terpadu.
Lokasi yang dibidik untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi dan parkir kendaraan tersebut berada di ruang terbuka Bulak Tabak, tepat di belakang SMPN 1 Temon.
Kepala Disperinkop UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil survei lapangan untuk memastikan ketersediaan slot yang memadai bagi kantong parkir sekaligus deretan stand UMKM agar alur pengantar tetap tertib dan nyaman.
“Ini masih dalam perencanaan dan pematangan karena harus dilihat juga slot tersedia untuk kantong parkir maupun stand UMKM,” tutur Iffah saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya nyata optimalisasi perputaran uang di Bumi Binangun, mengingat area asrama haji di Hotel Novotel-Ibis dipastikan steril dari kerumunan pengantar, sehingga kehadiran fasilitas pendukung di luar area asrama menjadi kebutuhan mendesak bagi keluarga jemaah.
Disperinkop UKM akan memprioritaskan pelaku usaha dari wilayah Temon dan sekitarnya untuk mengisi ruang pamer tersebut melalui koordinasi intensif bersama pemerintah kapanewon serta forum komunikasi UMKM setempat.
Meskipun jumlah pasti kendaraan dan kuota pedagang masih dalam tahap penghitungan teknis, penyediaan space khusus ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan warga lokal yang terdampak langsung oleh operasional embarkasi haji Kulonprogo.
Di sisi lain, dukungan infrastruktur layanan juga disiapkan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo guna menunjang kelancaran urusan administratif jemaah sebelum terbang ke Tanah Suci.
Kepala Bidang Urusan Perdagangan Disdag Kulonprogo, Endang Zulywanti, mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat mandat untuk memfasilitasi layanan penukaran uang asing (money changer) serta sarana telekomunikasi internasional yang nantinya akan tersedia di area asrama haji.
Kerja sama strategis telah dijalin bersama perbankan seperti BSI dan Bank BPD DIY untuk urusan valuta asing, sementara kebutuhan akses data internasional akan didukung melalui gerai khusus dari Telkomsel dan Indosat.
Seluruh fasilitas tambahan ini disiapkan secara terintegrasi agar para jemaah haji yang berangkat melalui embarkasi haji Kulonprogo mendapatkan pelayanan prima, sekaligus memastikan ekosistem bisnis kerakyatan di sekitar bandara tetap tumbuh subur dan memberikan manfaat ekonomi luas bagi masyarakat sekitarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
7 bidang tanah calon pengganti kas Kalurahan Palihan, Kulonprogo, dicoret karena berada di bawah Sutet. Warga kecewa dan minta evaluasi.
Dokter UMY meluruskan mitos behel, mulai dari anggapan bikin pipi tirus, tekanan lebih kuat hingga anggapan semua orang perlu kawat gigi.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.