Anak Balita Dominasi Kasus TBC di Kota Jogja
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
Rumput laut - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meluncurkan langkah strategis untuk mempercantik kawasan wisata sejarah Kotagede melalui program komposting massal. Program ini difokuskan pada pengolahan rumput liar menjadi pupuk organik sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat citra Kotagede sebagai destinasi wisata unggulan yang tertata rapi.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa Kemantren Kotagede kini menjadi wilayah binaan khusus dengan target menjadi destinasi kelas dunia. Sinergi antara pengelolaan kebersihan dan strategi pariwisata ini merupakan bagian dari proyek quick win Dinas Pariwisata Kota Jogja untuk menciptakan kawasan yang nyaman bagi pelancong.
“Khusus Kotagede kita fokuskan ini sebagai binaan untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Dinas Pariwisata punya quick win untuk menjadikan Kotagede sebagai destinasi wisata,” ujar Hasto di Jogja, Selasa (3/3/2026). Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat krusial agar penataan kawasan cagar budaya tersebut berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
Guna mendukung aksi tersebut, Pemkot Jogja menerima bantuan 50 unit gerobak dari PGN yang akan difungsikan khusus sebagai armada pengangkut rumput liar. Hasto secara spesifik menginstruksikan agar gerobak-gerobak tersebut tidak dicampur dengan sampah rumah tangga biasa demi menjaga kemurnian bahan baku kompos organik.
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 24 unit gerobak dialokasikan khusus untuk memperkuat armada di Kemantren Kotagede. Sementara itu, 26 unit lainnya dibagikan secara merata ke 13 kemantren lain di wilayah Kota Jogja guna memastikan gerakan pembersihan rumput liar ini masif di seluruh sudut kota.
Setiap Mantri Pamong Praja (MPP) kini diwajibkan menyiapkan fasilitas komposting dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar kantor kemantren maupun kelurahan. Hasto memastikan bahwa proses komposting rumput tidak akan menimbulkan bau karena hanya mengolah sampah organik nabati yang nantinya bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat sebagai pupuk tanaman.
“Kita berani mendeklarasikan Kotagede tanpa rumput liar. Tapi tentu harus benar-benar dibersihkan dulu,” tegas Hasto. Program ini diharapkan tidak hanya sekadar mempercantik visual kota, tetapi juga menjadi identitas baru bagi Kotagede sebagai kawasan wisata yang bersih, hijau, dan peduli terhadap sistem pengolahan limbah organik secara mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.