Anak Balita Dominasi Kasus TBC di Kota Jogja

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 31 Juli 2026 17:27 WIB
Anak Balita Dominasi Kasus TBC di Kota Jogja

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan anak/magnific

Harianjogja.com, JOGJA—Anak balita menjadi kelompok yang paling rentan terpapar tuberkulosis (TBC) di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat 174 anak terdiagnosis TBC atau sekitar 71% dari total kasus TBC anak sepanjang 2025 yang mencapai 246 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, dr. Endang Sri Rahayu, mengatakan kasus TBC pada anak menyumbang sekitar 12% dari seluruh kasus TBC yang ditemukan di Kota Jogja. Dari kelompok tersebut, balita menjadi kelompok usia yang paling banyak terpapar.

"Anak-anak sekitar 12 persen dari seluruh kasus, dan yang paling banyak adalah anak balita," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Endang, anak balita lebih mudah tertular karena sistem kekebalan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Penularan juga tidak hanya berasal dari orang tua, tetapi dapat terjadi dari orang-orang di sekitar anak.

"Bisa dari orang tuanya, bisa tetangganya. Bahkan pernah ditemukan sumber penularannya dari pedagang sayur yang setiap hari datang ke lingkungan tersebut. Di sekolah juga bisa terjadi penularan," katanya.

Ia menjelaskan pola penemuan kasus TBC pada anak berbeda dengan pasien dewasa. Jika pada orang dewasa banyak ditemukan melalui pelacakan kontak erat maupun skrining di berbagai institusi, sebagian besar kasus pada anak baru diketahui setelah mengalami gejala dan dibawa orang tua ke fasilitas kesehatan.

"Kalau anak-anak sebagian besar ditemukan di fasilitas kesehatan karena mereka sakit dulu, kemudian diperiksakan orang tuanya dan akhirnya terdiagnosis TBC," jelasnya.

Meski pengobatan TBC berlangsung sedikitnya enam bulan dan tidak boleh terputus, tingkat keberhasilan terapi pada anak dinilai sangat tinggi karena orang tua berperan aktif mendampingi proses pengobatan.

"Hampir 100% anak-anak berhasil menyelesaikan pengobatan karena orang tuanya yang mengawasi dan memastikan obat diminum sampai tuntas," ungkapnya.

Untuk menekan peningkatan kasus TBC pada anak, Dinkes Kota Jogja mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga kondisi rumah tetap sehat. Rumah juga diharapkan memiliki sirkulasi udara yang baik dan memperoleh paparan sinar matahari langsung. Selain itu, kasur, bantal, sofa, dan perlengkapan rumah tangga lainnya dianjurkan rutin dijemur agar tidak menjadi tempat berkembangnya kuman.

"Pastikan rumah mendapatkan akses sinar matahari langsung. Kasur, sofa, dan perlengkapan rumah sebaiknya rutin dijemur. Jangan lupa menerapkan PHBS dan memenuhi kebutuhan makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap baik," katanya.

Secara keseluruhan, hingga 23 Juli 2026 Dinkes Kota Jogja mencatat terdapat 680 kasus TBC. Jumlah tersebut terus bertambah dibandingkan total 1.337 kasus yang ditemukan sepanjang 2025. Selain memperkuat penemuan kasus, Dinkes juga terus mendorong pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kelompok dengan infeksi laten TBC agar tidak berkembang menjadi penyakit aktif sekaligus menekan penularan di masyar

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online