Rumah Rusak dan Penghuni Trauma, Polisi Dalami Keributan di Kasihan
Kasus perusakan rumah warga di Kasihan, Bantul, memasuki tahap penyelidikan setelah korban resmi melapor ke Polres Bantul.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pria berinisial P (70), warga di Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kamis (30/7/2026). Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan aparat kepolisian dan tenaga medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Peristiwa tersebut dilaporkan sekitar pukul 10.25 WIB. Setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Kretek bersama Tim Inafis Polres Bantul, tenaga medis dari Puskesmas Kretek, serta Satlinmas Rescue Wilayah III Parangtritis mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya laporan penemuan seorang pria meninggal dunia di salah satu hotel yang berada di kawasan wisata Parangtritis.
"Benar, kami telah menerima laporan terkait penemuan orang meninggal dunia di lokasi tersebut," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, rangkaian peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika seorang saksi berinisial SA lebih dahulu tiba di lokasi hotel dan menunggu kedatangan korban.
Sekitar pukul 10.00 WIB, korban datang ke hotel dan bertemu dengan saksi. Setelah itu, korban bersama saksi menyewa sebuah kamar dan masuk ke dalamnya.
Menurut hasil keterangan saksi, korban sempat berbincang di dalam kamar sebelum kondisinya mendadak berubah. Korban kemudian terjatuh dalam posisi tengkurap dan mengalami kejang-kejang.
Melihat kondisi tersebut, saksi keluar dari kamar untuk mencari bantuan. Saksi kemudian memanggil rekannya yang berinisial ADS untuk membantu memeriksa keadaan korban.
Karena khawatir dengan kondisi korban, ADS selanjutnya meminta bantuan seorang warga berinisial ASJ untuk ikut melakukan pemeriksaan.
Saat dilakukan pengecekan bersama, korban diketahui sudah berada dalam posisi terlentang dan tidak memberikan respons. Para saksi kemudian menghubungi Polsek Kretek untuk meminta penanganan lebih lanjut.
Petugas yang datang ke lokasi melakukan identifikasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan memeriksa kondisi korban sebagai bagian dari proses penanganan peristiwa tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Tim Inafis Polres Bantul, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan medis oleh dokter dari Puskesmas Kretek juga menguatkan hasil tersebut," katanya.
Hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Kretek juga menunjukkan tidak ditemukan luka maupun lebam pada tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi untuk melengkapi pendalaman peristiwa.
"Kami memastikan seluruh proses penanganan di lokasi berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," tambah Iptu Rita Hidayanto.
Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Keterangan para saksi yang berada di lokasi turut menjadi bagian dari dokumentasi penanganan peristiwa oleh kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus perusakan rumah warga di Kasihan, Bantul, memasuki tahap penyelidikan setelah korban resmi melapor ke Polres Bantul.
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun
Residivis berinisial FAPP ditangkap polisi setelah mencuri puluhan bungkus rokok senilai Rp3 juta dari warung di Dlingo, Bantul, dengan modus berpura-pura menja