Investasi Sleman Tembus Rp3,53 Triliun, Ini Sektor Terbesarnya
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Ilustrasi penembakan/Ist-Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Tiga aparatur sipil negara (ASN) Jayawijaya meninggal dunia setelah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut mendapat perhatian Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yang meminta TNI-Polri dan pemerintah segera mengambil langkah taktis untuk memperkuat perlindungan terhadap masyarakat di Papua.
Haedar menilai pendekatan keamanan yang selama ini dilakukan belum sepenuhnya mampu mencegah jatuhnya korban akibat kekerasan bersenjata. Menurut dia, persoalan keamanan di Papua merupakan masalah klasik yang sudah berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah dan aparat, kata Haedar, selama ini kerap menempatkan kelompok bersenjata di Papua sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB).
"Orang meninggal dunia ditembak di Papua itu kan problemnya problem klasik," katanya di Kanotr PP Muhammadiyah Jogja pada Sabtu, (12/9/2026).
Haedar Minta Langkah Taktis Lindungi Warga
Menurut Haedar, pemerintah bersama TNI-Polri perlu mengambil langkah yang lebih efektif untuk memastikan keselamatan warga negara, masyarakat setempat, maupun pihak lain yang berada di Papua.
Dia berharap penanganan persoalan keamanan tidak justru menciptakan situasi yang membuat masyarakat semakin merasa terancam. Perlindungan terhadap warga, menurut dia, harus menjadi bagian utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan untuk menangani persoalan Papua.
"Saya pikir ke depan saya yakin TNI-Polri dan aparat pemerintah perlu punya langkah-langkah taktis yang bisa lebih melindungi warga negara kita atau masyarakat setempat maupun siapapun yang berada di Papua," ujarnya.
Haedar juga mengingatkan pemerintah agar persoalan Papua tidak dilihat semata-mata dari perspektif keamanan. Menurut dia, kondisi Papua memiliki persoalan yang kompleks sehingga penyelesaiannya membutuhkan proses yang menyeluruh, sabar, dan konsisten.
"Persoalan Papua kan persoalan yang kompleks yang kita sendiri harus sabar tapi sungguh-sungguh menyelesaikannya," kata dia.
Muhammadiyah Prihatin Kekerasan di Papua
Haedar menilai penyelesaian persoalan Papua membutuhkan kesungguhan pemerintah. Upaya tersebut mencakup menjaga keamanan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan agar kekerasan tidak kembali terjadi dan warga tidak terus menjadi korban.
Muhammadiyah, lanjut Haedar, turut menyampaikan keprihatinan atas berbagai kejadian kekerasan yang terjadi di Papua. Dia berharap aparat dan pemerintah segera melakukan evaluasi serta mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Kita juga prihatin dengan kejadian-kejadian itu dan kita berharap semoga juga ada langkah-langkah taktis yang bisa segera diambil supaya tidak terjadi lagi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Labu menjadi simbol Halloween berkat tradisi Irlandia, legenda Stingy Jack, dan kebiasaan mengukir sayuran yang berkembang di Amerika Serikat.
Indomaret menyerahkan empat unit tenda UMKM kepada Pemkab Banyumas untuk mendukung kegiatan promosi produk lokal dan pengembangan usaha kecil.
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Juventus menghadapi Genoa pada pekan kesembilan Serie A. Simak jadwal pertandingan, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan statistik kedua klub.
Fitur Scheduled Call WhatsApp memungkinkan pengguna menjadwalkan panggilan suara dan video. Simak cara membuat jadwal dan mengundang kontak.