Jalan Krikilan-Serut Berbah Diperbaiki Setelah 20 Tahun Rusak
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Deretan toko di kawasan Malioboro, Jogja./Harian Jogja-Maya Herawati
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menertibkan plang bertuliskan "Jalan Malioboro" maupun plang lain yang dipasang di ruang jalan tanpa izin resmi. Kebijakan ini menyusul viralnya keluhan wisatawan yang mengaku dipaksa menggunakan jasa fotografer saat berfoto di properti bertuliskan "Jalan Malioboro" di kawasan Malioboro.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menegaskan penertiban hanya ditujukan terhadap plang yang berfungsi menyerupai rambu atau petunjuk jalan. Sementara itu, plang yang digunakan untuk kepentingan dekorasi tetap diperbolehkan.
"Kalau plang-plang nanti kita tertibkan. Yang penting rambu itu harus resmi. Jadi kalau yang enggak resmi ya enggak boleh. Tapi kalau untuk dekorasi, tidak sebagai rambu jalan, kan enggak apa-apa," ujar Wawan, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, setiap plang yang dipasang di kawasan jalan maupun pedestrian harus merupakan fasilitas resmi yang diterbitkan pemerintah. Oleh karena itu, plang yang menyerupai petunjuk jalan tetapi dipasang tanpa kewenangan akan ditertibkan.
"Kalau yang di jalan kan harus resmi. Kalau yang tidak resmi berarti tidak boleh dipasang di jalan. Ya nanti ditertibkan," katanya.
Pemkot Jogja akan melakukan penertiban secara terpadu dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro.
"Ya dari Satpol PP [Jogja] nanti juga bisa. Ada juga dari UPT Malioboro, nanti kita coba," ujarnya.
Wawan menjelaskan persoalan utama bukan terletak pada kepemilikan plang, melainkan pada fungsinya di ruang publik. Menurutnya, apabila plang difungsikan sebagai petunjuk jalan, maka harus diterbitkan secara resmi oleh pemerintah.
"Kalau fungsinya sebagai petunjuk jalan, itu harus dikeluarkan secara resmi. Tapi kalau sebagai hiasan, bukan untuk petunjuk jalan, monggo saja. Jadi kalau fungsinya dekorasi enggak apa-apa, asalkan bukan dipasang sebagai rambu di jalan," jelasnya.
Ia menegaskan Pemkot Jogja tidak bermaksud melarang aktivitas masyarakat maupun komunitas di kawasan Malioboro. Penataan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban ruang publik tanpa mengurangi kenyamanan wisatawan dan warga yang beraktivitas di kawasan wisata tersebut.
"Tidak ada larangan. Jogja itu aman dan nyaman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.