Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja masih mengkaji realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 sebagaimana diamanatkan Kementerian Keuangan.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan postur anggaran dalam APBD 2021 sudah mengakomodasi penanganan pandemi melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). “Ini kami kaji apakah perlu refocusing atau tidak. Apakah anggaran mampu respons apa tidak. Kegiatan reguler itu sudah dialokasikan untuk pandemi,” ucap Heroe saat meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Benteng Vrederburg, Selasa (2/3/2021).
BACA JUGA: Pedagang Jogja Keluhkan Pendataan Vaksin yang Kurang Maksimal
Heroe mengatakan Pemkot Jogja sudah mengakomodasi kegiatan penanganan pandemi melalui APBD 2021. Pemkot juga sudah menganggarkan dana tidak terduga (DTT) sebesar Rp13 miliar untuk mengantisipasi ketika kegiatan penanganan pandemi Covid-19 belum mencukupi.
“Konstruksi APBD 2021 sudah cukup fokus dalam penanganan Covid-19. Mitra pemerintah juga terlibat agar kebijakan yang diambil tepat,” kata dia.
Menurut Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Nomor SE-2/PK/2021 terkait dengan penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah, terdapat sejumlah realokasi, terutama berkaitan dengan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID) serta Dana Alokasi Khusus (DAK). Refocusing tersebut menyangkut penanganan pandemi Covid-19, termasuk dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.
DAU minimal delapan persen. Sementara DID minimal 30%. Adapun DAK fisik sebisa mungkin memanfaatkan tenaga lokal dan juga bahan baku lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.