Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JOGJA--Drainase di Jalan Jambon Yogyakarta kembali meluap saat hujan lebat, Rabu (3/3/2021), dan menyebabkan jalan di sekitarnya mengalami kerusakan sehingga menghambat arus lalu lintas di ruas jalan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Sleman tersebut.
"Saluran drainase tidak lagi mampu menampung air yang masuk. Akibatnya air meluap keluar dari gril yang seharusnya menjadi akses masuk air," kata Lurah Kricak Mohammad Ikhwan Pribadi di Yogyakarta, Kamis (4/3/2021).
Akibat luapan air dari saluran drainase yang cukup deras dan kuat, kondisi jalan di sekitarnya pun menjadi rusak. Saat ini, lokasi kerusakan di sekitar gril sudah diberi pembatas sementara agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Menurut Ikhwan, luapan air dari saluran drainase di Jalan Jambon tersebut kerap terjadi saat hujan lebat. Luapan air dari drainase diperkirakan terjadi karena elevasi saluran yang tidak tepat.
BACA JUGA: Diguyur Hujan Deras, 30 Rumah di Kricak Terendam Banjir
"Air yang seharusnya mengalir ke arah barat justru berbalik ke timur. Luapan air di Jalan Jambon juga terjadi karena ada luapan air dari saluran irigasi dari persawahan yang masuk wilayah Kabupaten Sleman," katanya.
Ikhwan mengatakan, sudah berkali-kali menyampaikan permasalahan tersebut untuk segera ditindaklanjuti sehingga permasalahan luapan air di Jalan Jambon tidak lagi terulang dari tahun ke tahun saat hujan lebat.
"Permasalahan ini harus diselesaikan bersama antara Sleman dan Kota Yogyakarta. Harapannya, ada saluran yang langsung mengalirkan air ke Sungai Winongo atau penampungan air sebelum masuk ke drainase di Jalan Jambon," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti mengatakan, akan melakukan penelusuran di saluran drainase Jalan Jambon saat kondisinya sudah memungkinkan.
"Kami sudah cek ke lapangan, tetapi belum bisa masuk ke saluran drainase untuk melakukan penelusuran penyebab meluapnya saluran karena masih penuh dengan air," kata Umi.
Penelusuran untuk mencari penyebab meluapnya drainase akan segera dilakukan saat air sudah surut.
Umi mengatakan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan saluran drainase meluap saat hujan lebat, di antaranya saluran tersumbat atau faktor teknis konstruksi saluran hingga kapasitas saluran kurang.
"Saat sudah diketahui penyebabnya, maka kami baru bisa merencanakan penanganan terbaik yang harus dilakukan. Drainase ini dibangun oleh DIY. Air dari drainase seharusnya mengalir ke Sungai Winongo," kata Umi yang menyebut drainase di Jalan Jambon berdimensi 1,5x1,5 meter persegi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Bedah buku 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Bantul mendorong masyarakat memahami kerja legislatif dan aktif mengawasi kinerja wakil rakyat.
Irlandia 2-2 Austria di Nations League. Troy Parrott mencetak brace sebelum Austria bangkit lewat Prass dan Gregoritsch.
Wales comeback 2-1 atas Norwegia di Nations League. Dan James dan Neco Williams mencetak gol setelah Oscar Bobb lebih dulu membawa Norwegia unggul.
Jerman meraih kemenangan perdana di era Jürgen Klopp setelah mengalahkan Serbia 2-0 pada UEFA Nations League 2026/27.
Jadwal final sepak bola putra Asian Games 2026 Korea Selatan vs Jepang, Sabtu 3 Oktober pukul 17.30 WIB di Toyota Stadium.