Diguyur Hujan Deras, 30 Rumah di Kricak Terendam Banjir

Ilustrasi banjir. - Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
04 Maret 2021 18:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Hujan deras disertai angin yang terjadi pada Rabu (3/3/2021) menyebabkan puluhan rumah terencam banjir di wilayah Kalurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo. Banjir terjadi akibat luapan sungai Buntung dan macetnya drainase di Jalan Jambon.

Lurah Kricak, Mohammad Ikhwan Pribadi mengatakan ada sekitar 30 rumah yang terendam banjir di RT 51, RT 52, dan RT 55, terutama yang tinggal di kawasan lembah, “Itu rutin setiap tahun sekali kena banjir tapi kalau kemarin memang lebih besar dari biasanya,” kata Ikhwan, saat dihubungi Kamis (4/3/2021).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut karena warga sudah cukup akrab dengan bencana banjir, namun sejumlah prabot rumah tangga milik warga diakui Ikhwan hilang terbawa arus karena saking tingginya genangan air yang masuk rumah warga.

“Ketinggian genangan [air yang masuk rumah warga] macam-macam ada yang sampai pusar. Tapi cepat, enggak sampe setengah jam, begitu hujan berhenti sampai setengah jam sudah surut semua,” kata Ikhwan.

Selain menyebabkan genangan air yang masuk rumah, tingginya curah hujan juga menyebabkan talut putus di RT 38. Sebenarnya kerusakan talut itu sudah lama, namun kerusakan kemarin bertambah parah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) juga sudah meninjaunya.

Menurut Ikhwan banjir yang menimpa beberapa RT itu akibat dari luapan sungai Buntung. Sungai tersebut meluap kaena drainase di Jalan Jambon yang seharusnya mengalir sampai sungai Winongo meluap dan luapannya ke sungai Buntung. Bahkan gril drainase di Jalan Jambon sampai terangkat karena saking derasnya debit air.

“Kalau di Jalan Jambon ada resapannya, kemungkinan enggak sampai banjir dan sungai enggak asmpai meluap,” ujar dia.

Lebih lanjut Ikhwan mengatakan peramasalahan banjir di Kricak sebenarnya bisa tidak terjadi kalau saluran air di Jalan Jambon bisa dialirkan ke barat masuk ke sungai Winongo. Namun yang terjadi air hujan mengalirnya ke timur ke sungai Buntung.

Dia berujar untuk masalah Jalan Jambon juga tidak bisa diselesaikan oleh Pemkot karena itu perbatasan dengan Sleman karena air dari utara juga mengalirnya ke selatan semua. Karena itu dia berharap untuk persoalan drainase di Jalan Jambon butuh penanganan oleh Sleman dan Pemda DIY. Ikhwan berharap agar persoalan tersebut terselesaikan supaya banjir tidak terjadi lagi.

“Kalau itu [drainase di Jalan Jambon] enggak diselesaikan sampai kapan pun kami tetap kena banjir. Masalahnya itu Kartamantul dengan Sleman sulitnya di situ. Jadi kalau bisa ada aliran pembuangan air sebelum masuk Jambon bisa dibuang ke sungai Winongo,” kata Ikhwan.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPKP Jogja, Umi Akhsanti mengaku masih mengkaji penyebab luapan air yang masuk pemukiman warga. Soal drainase di Jalan Jambon dia mengaku menjadi kewenangannya meski drainase tersebut dibangun oleh Pemda DIY pada 2015 lalu. Jalan Jambon memang berada di perbatasan Sleman bahkan saat pelebaran jalan tersebut yang membebaskan lahan dalah Pemkab Sleman, Pemda DIY membangun drainasenya, sementara Pemkot membangun aspalnya.

Umi juga tidak menampik ada sumbatan di drainase Jalan Jambon “Kami baru cek dari luar itu, belum memungkinkan untuk masuk ke dalam karena masih penuh dengan air. Sehingga, kita belum tahu, apa yang membuat sampai terhambat seperti itu,” kata Umi.