Tren Kebakaran Lahan di Sleman Fluktuatif, Kemarau Jadi Pemicu
Tren kebakaran lahan di Sleman selama sembilan tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif. Musim kemarau panjang menjadi salah satu pemicu utama lonjakan kasus
Wakil Ketua Kelompok Tani Salak Kusuma Mulya Sukorejo, Girikerto, Turi Sleman, Endang Setyomurni (kanan) mendampingi pengunjung yang sedang memetik salak sendiri di kebun, Jumat (22/10/2021) - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Produksi hortikultura Kabupaten Sleman sepanjang 2025 mencatat tren positif. Sejumlah komoditas buah dan sayuran menunjukkan capaian signifikan yang dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, menyebut salak menjadi komoditas buah dengan produksi tertinggi.
Sepanjang 2025, produksi salak mencapai 412.660 kuintal. Angka ini hampir lima kali lipat dibandingkan alpukat yang tercatat 86.239 kuintal, serta lebih dari 13 kali lipat dibandingkan durian yang mencapai 30.165 kuintal. Sementara itu, produksi jambu sebesar 19.433 kuintal dan kelengkeng 11.255 kuintal.
Sayuran Daun Didominasi Kangkung
Pada kelompok sayuran daun, kangkung mencatat produksi tertinggi dengan 6.531 kuintal. Disusul sawi sebesar 5.095 kuintal dan bayam 2.351 kuintal.
Secara keseluruhan, komoditas buah masih menjadi penyumbang terbesar produksi hortikultura Sleman pada 2025. Tingginya produksi salak semakin mempertegas posisi komoditas tersebut sebagai andalan sektor hortikultura daerah.
Optimalisasi Pekarangan dan Regenerasi Petani
Di tengah capaian tersebut, Pemkab Sleman menilai penguatan ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada lahan pertanian konvensional.
Pelaksana Tugas Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan strategi penguatan ketahanan pangan diarahkan pada optimalisasi lahan pekarangan serta percepatan regenerasi petani muda. Langkah ini menjadi respons atas penyusutan lahan sawah yang terus terjadi di Bumi Sembada.
Rofiq mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam sayuran, buah, tanaman obat, hingga budidaya ternak. Jika dilakukan secara masif, kebutuhan pangan keluarga diyakini dapat tercukupi secara mandiri.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan produktif tak hanya meningkatkan kualitas gizi keluarga, tetapi juga menekan pengeluaran rumah tangga dan berpotensi menambah pendapatan.
Integrasi Perikanan dan Pertanian
Selain sektor pertanian, pengembangan perikanan juga terus didorong. Budidaya ikan skala rumah tangga dan kelompok dapat dilakukan melalui kolam terpal, sistem bioflok, hingga pola pertanian terintegrasi seperti mina padi.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus mendukung perbaikan gizi keluarga melalui ketersediaan sumber protein.
“Manajemen pakan yang efisien, pengendalian kualitas air, serta pemilihan bibit unggul penting dilakukan. Dengan begitu, hasil panen meningkat dan risiko kerugian bisa ditekan,” kata Rofiq, Selasa (3/3/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren kebakaran lahan di Sleman selama sembilan tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif. Musim kemarau panjang menjadi salah satu pemicu utama lonjakan kasus
Juventus resmi mempermanenkan Randal Kolo Muani dari PSG. Striker Prancis itu dikontrak hingga 2031 usai tampil impresif saat dipinjamkan.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar AS pada Senin (3/8/2026) di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
AHY memastikan pemerintah segera menginvestigasi kebakaran KM Mutiara Sentosa. KNKT akan mengusut penyebab insiden, sementara evakuasi terus berlangsung.
Liverpool kalah 2-4 dari Leeds United pada laga pramusim, sementara Chelsea resmi merekrut gelandang Argentina Valentin Barco.
AZ Alkmaar menjuarai Johan Cruyff Shield 2026 setelah mengalahkan PSV Eindhoven 4-0. PSV bermain dengan 10 pemain sejak menit kesembilan.