Gagal Verifikasi Wajah Perlinsos Digital? Ini Cara Mengatasinya
Verifikasi wajah Perlinsos Digital gagal saat daftar bansos PKH dan BPNT? Simak penyebab, cara mengatasi, dan layanan bantuan yang tersedia.
GKR Mangkubumi bersama kerabat keraton membuat kue apem dalam upacara Ngapem di Bangsal Sekar Kedaton, Kompleks Keputren, Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Sabtu (14/04/2018)./ Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Peringatan Tingalan Jumenengan Dalem (Ulang Tahun Kenaikan Takhta) Sri Sultan HB X di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tahun ini berbeda dari biasanya, karena menyesuaikan pandemi Covid-19. Menurut Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, meski berbeda dalam prosesi, namun tidak mengubah esensi dan filosofinya.
“Tahun lalu, pandemi sudah ada saat Tingalan Jumenengan Dalem. Pada saat itu, pelaksanaan Labuhan Lawu yang biasanya dilaksanakan sampai Hargo Dalem, disesuaikan hanya sampai di Cemoro Kandang. Meski demikian, uba rampe yang disiapkan beserta prosesinya tetaplah sama,” kata GKR Mangkubumi dalam rilis pada Minggu (7/3/2021).
Adapun rangkaian upacara yang wajib ada dalam Tingalan Jumenengan Dalem yaitu Ngebluk, Ngapem, Sugengan, dan Labuhan di tiga tempat. Rencananya semua tetap digelar dengan pembatasan-pembatasan, termasuk siapa saja yang akan terlibat atau bertanggungjawab.
Selain itu, acara di luar Hajad Dalem seperti pameran dan simposium tetap berjalan dengan beberapa penyesuaian. Pada tanggal 7 Maret 2021 ini, kenaikan takhta Sri Sultan HB X menginjak usia ke-32 tahun. Menurut GKR Mangkubumi, usia panjang ini bukan hanya penanda periode kekuasaan, namun juga zaman yang telah berubah.
Pada kepemimpinan Sri Sultan HB X, Kraton berupaya untuk relevan dengan perkembangan zaman. Kraton menggunakan perkembangan teknologi untuk syiar budaya yang lebih luas. “Kekayaan budaya Kraton baik benda maupun tak benda didokumentasikan agar masyarakat bisa mengenal, mempelajari, kemudian ikut menjaga. Hal-hal ini tentu membutuhkan dukungan dari tenaga Abdi Dalem yang memiliki keahlian namun tetap menjunjung tinggi adat dan budi pekerti,” kata GKR Mangkubumi.
Geliat maju dari dalam Kraton harapannya bisa menjadi semangat untuk membangun DIY yang semakin sejahtera namun tetap berbudaya. GKR Mangkubumi berharap Ngarsa Dalem (Sri Sultan HB X) selalu sehat sehingga dapat menjadi sosok yang Hamengku (melindungi), Hamangku (mengutamakan kepentingan rakyat, lebih banyak memberi daripada menerima), dan Hamengkoni (menguatkan).
“Di samping itu, semoga beliau selalu diberikan tambahan berkah dalam memimpin Kraton, keluarga, dan masyarakat Jogja dengan segala dinamikanya,” kata GKR Mangkubumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Verifikasi wajah Perlinsos Digital gagal saat daftar bansos PKH dan BPNT? Simak penyebab, cara mengatasi, dan layanan bantuan yang tersedia.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima imbalan kontraktor lebih dari Rp2 miliar, termasuk untuk membayar utang Pilkada.
BMKG memperingatkan potensi gelombang 2,5–4 meter, banjir rob di sejumlah pesisir, serta cuaca ekstrem lokal di Indonesia.
John Rachmat menilai pemberantasan saham gorengan dan transparansi kepemilikan menjadi kunci mencegah pasar modal RI turun ke standalone market.
Harga pangan Jakarta 17 Oktober 2026 menunjukkan cabai keriting turun menjadi Rp63.750/kg, sedangkan Minyakita naik menjadi Rp19.350/liter
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi