PT KAI Daop 4 Semarang Tutup Enam Perlintasan Sebidang Liar
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Pekerja melakukan pembersihan saluran irigasi di Kapanewon Sewon, Bantul Senin (8/3/2021). /Ist.
Harianjogja.com, BANTUL - Proyek pembangunan fisik yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul akan disesuaikan dengan anggaran usai refocusing APBD 2021.
Kepala DPUPKP Bantul Bobot Arifiaidin mengatakan, meski telah ada rencana refocusing APBD 2021, namun sampai saat ini belum ada keputusan final terkait dengan pos mana saja yang akan di refocusing. Termasuk, untuk pembangunan fisik yang berada di DPUPKP.
“Kami masih menunggu kebijakan dari pak Bupati dan Wakil Bupati nantinya akan seperti apa? Nanti akan di refocusing di bagian apa? nanti baru akan kami cermati,” terang Bobot, Senin (8/3/2021).
BACA JUGA : Kalurahan di Gunungkidul Ikut Lakukan Refokusing Anggaran
Dia mengungkapkan, pada 2020 lalu, ada sekitar Rp150 miliar dana dari APBD yang di refocusing. Namun, jumlah itu tidak bisa dianggap sama pada 2021. “Untuk itu kami ngikut saja. Ya, nanti kami sesuaikan dengan kegiatan yang ada,” terang Bobot.
Bobot memastikan, telah menjalankan perintah dari Sekda Bantul yang meminta agar semua proyek dan pengadaan barang dan jasa sementara dihentikan per 1 Maret lalu. Meski demikian, Bobot memastikan jika Pemkab akan berusaha agar proyek infrastruktur yang sudah masuk dalam pengadaan akan sebisa mungkin dipertahankan dan tidak dilakukan refocusing.
“Kalau yang sudah ada pemenang tendernya ya kami upayakan untuk dijalankan,” terang Bobot.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bantul Isa Budi Hartomo mengatakan saat ini draft terkait dengan pos mana saja yang akan di refocusing telah disusun.
Meski enggan mengungkapkan secara detail terkait isi draft tersebut, tetapi Isa memastikan jika kebutuhan dasar dan pemulihan perekonomian tetap akan berjalan.
"Untuk itu kami komunikasikan terus. Memang masih sebatas draft. Jangan sampai refocusing mengganggu urusan wajib," kata Isa.
Menurut Isa, salah satu upaya dari Pemkab Bantul untuk menerapkan refocusing adalah dengan menerapkan kebijakan yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Refocusing Anggaran: Dua Proyek Ini Tetap Dipertahankan
Di mana, pada 2020 Pemkab sempat menerapkan pengalihan satu kegiatan ke kegiatan lainnya untuk mengatasi efek dari refocusing. "Sehingga belum tentu semua [proyek infrastruktur] kita offkan," ucap Isa.
Kendati demikian, diakui Isa, jika usai adanya perintah refocusing dari pemerintah pusat ke daerah, Sekda Bantul telah mengeluarkan kebijakan menunda semua proses lelang proyek.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait dengan kebijakan refocusing. Sebab, akan ada komunikasi antara Pemkab Bantul dengan Pemerintah Pusat. "Mana-mana yang harus di refocusing. Ini yang akan dikomunikasikan," kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.