Nekat! Penghuni Kos di Mlati Gasak TV dan Water Heater, Lalu Kabur
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Pengunjung menikmati pemandangan di salah satu objek wisata di Mangunan, Dlingo pada Senin (8/3). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, DLINGO - Lebih dari setahun berlangsung, dampak pandemi masih dirasakan sejumlah pelaku wisata. Di Desa Wisata Mangunan, Kapanewon Dlingo misalnya, hingga kini perekonomian para pelaku wisata masih belum pulih.
Ketua Koperasi Wana Wisata Mangunan, Purwo Harsono menyampaikan kondisi wisata Mangunan saat ini memang belum pulih. Pria yang disapa Ipung itu menuturkan bahwa kondisi pandemi sempat menyebabkan banyak usaha wisata yang tutup.
"Dari 2015 kita buka sampai 2019 usaha baru yang muncul karena adanya wisata itu ada sekitar 378 usaha. Misalnya homestay terdampak, akomodasi wisata terdampak. Kemudian kuliner terdampak, cenderamata terdampak, jadi hampir semuanya sementara masih dorman," tuturnya pada Senin (8/3/2021).
BACA JUGA : Kunjungan ke Wisata Mangunan Bantul Mulai Menurun
Disebutkan Ipung, saking sepinya pengunjung beberapa pelaku usaha wisata memilih tutup dan kembali ke aktivitas semula. Misalnya yang dulu petani kembali bertani untuk bertahan hidup juga ada. Namun ada juga beberapa pelalu wisata yang tetap buka untuk menjaga dan merawat usaha wisata yang sudah dianggap rumahnya sendiri apapun kondisinya.
"Hampir semua tutup. Tutupnya cukup lama, tapi akhir-akhir ini sudah mulai bergerak. Itu pun belum cukup untuk menghidupi, tetapi aktivitasnya sudah mulai. Homestay juga demikian, sudah mulai ada [pengunjung]. Harapannya aktivitas merangkak lalu kembali kehidupan normal lalu pulih. Karena sejak dibuka 2015 masyarakat telah memilih pariwisata dijadikan sebuah peluang," tandasnya.
Adanya pendataan vaksinasi bagi pelaku wisata disambut baik oleh Ipung. Menurutnya, disasarnya pelaku wisata sebagai sasaran vaksinasi menjadi sinyal baik bagi para pelaku usaha wisata.
"Kalau sudah tervaksin semuanya, secara otomatis hidup itu kembali normal. Menjadi benar-benar new normal. Kalau seperti kemarin new normal itu sangat mengikat aktivitas pergerakan masyarakat. Kalau dibuka secara umum, itu lah harapan kita," ujarnya.
BACA JUGA : Jelang New Normal, Bantul Buka Wisata Baru di Perbukitan
Penewu Dlingo, Deni Ngajis Hartono menyampaikan kendati telah banyak yang buka, penerapan protokol kesehatan di sejumlah objek wisata di Mangunan diawasi dengan ketat sesuai dengan instruksi bupati dan perpanjangan PPKM Mikro.
"Kita tetap bekerja sama dengan pemerintah desa dalam hal ini juga Babinsa dan Babinkamtibmas untuk memberikan keterangan [menyangkut prokes] kepada masyarakat. Harapan kami protokol harus bisa dilaksanakan," katanya.
"Alhamdulillah [pelaku wisata] sudah bisa mulai bangkit dengan kondisi sekarang, sudah dibukanya wisata-wisata dengan batasan tertentu sesuai aturan yang diberlakukan oleh pemerintah daerah. Meski belum bisa 100 persen pulih seperti yang dahulu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 25 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Sleman berpotensi hujan ringan, sementara wilayah DIY lainnya didominasi cuaca berawan.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Senin 25 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.